Tampilkan postingan dengan label Ebusinnes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ebusinnes. Tampilkan semua postingan

perkembangan andriod ini memang luar biasa pesat. Di perkirakan Android menguasai 38,5 persen dari ponsel di dunia. Bahkan, hasil riset Gartner mengatakan, pada tahun 2015 nanti Android akan mengendalikan 48,8 persen pasar OS.

Menurut analisis Gartner seperti dilansir Straits Times, Jumat (2011/08/04). Gartner menilai popularitas sistem operasi Google akan terus melaju jauh di atas kompetitornya seperti IOS (Apple), BlackBerry (RIM), Windows (Microsoft) dan Symbian (Nokia).

Sampai akhir 2011, IOS diperkirakan untuk berjalan di sekitar 19,4 persen dari smartphone. Dilanjutkan dengan Symbian (19,2 persen) dan BlackBerry (13,4 persen). Pangsa pasar IOS cukup stabil dengan mengendalikan 18,9 persen pada 2012 dan 17,2 persen pada tahun 2015.

saham Symbian akan turun sampai 5,2 persen pada 2012 dan menghilang sepenuhnya pada tahun 2015, Nokia berencana untuk mengubah sistem mereka operasi dengan platform Microsoft dalam waktu dekat.

Sementara itu, sistem operasi Windows kontrol hanya 5,6 persen pasar smartphone di akhir tahun 2011 namun akan tumbuh sampai 10,8 persen pada 2012 dan 19,5 persen pada tahun 2015.

Selain itu, Gartner juga memprediksikan bahwa penjualan smartphone akan mencapai 468 juta unit pada tahun 2011 akhir atau naik 57,7 persen dibandingkan dengan 2010. Angka itu akan meningkat lagi hingga 630 juta unit tahun depan, sedangkan penjualan smartphone pada tahun 2015 disinyalir mencapai 1,1 miliar unit.

Pertumbuhan PC tablet dan e-reader memang sedang bagus di seluruh dunia. Beberapa kalangan menilai bahwa perkembangannya akan terus mingkat di tahun 2011 ini dan tahun-tahun kedepan.

Seperti hasil report yang dipublish oleh emarketer salah satu kelompok penelitian terkemuka di USA pembelian tablet dan e-reader akan meningkat tahun 2011 ini.

Sebelumnya, International Data Corporation telah melaporkan bahwa selama Quarter ke 4 tahun 2010 sekitar 10,1 juta tablet yang dikirimkan ke seluruh dunia pada Q4 dan terhadap 4,5 juta di Quarter 3.E-reader juga menjadi lebih populer: 12,8 juta pada tahun 2010, padahal di tahun 2009 hanya 3 juta pada tahun 2009. Diharapkan bahwa tahun ini penjualan tablet di seluruh dunia akan mencapai 24 juta.

Pendapat senada juga di utarakan oleh penelitian Boston Consulting Group: Setengah dari pengguna internet di AS akrab dengan tablet dan e-pembaca, dan berencana untuk membeli perangkat tahun depan, dan 70% dari pengguna yang disurvei berpikir untuk memperoleh satu di depan tiga tahun. Angka-angka di seluruh dunia hampir sama.

lebih lanjut, Boston Consulting Group mengungkapkan bahwa pengguna bahwa pengguna tablet potensial siap untuk membayar $ 5 sampai $ 10 untuk mendapatkan langganan bulanan untuk buku digital atau layanan koran digital.

Geliat dan trend Ebook memang sedang bagus. Tak hanya di Indonesia yang mulai bermunculan digital publishing online yang 'menjual' buku-buku elektronik. Di Amerika Penjualan eBook pada bulan Januari 2011 melonjak menjadi USD 69.9 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan Asosiasi Penerbit Amerika (AAP) tersebut yang lansir dari TG daily seperti ditulis techno.okezone bahwa penjualan eBook pada bulan Januari 2011 melonjak menjadi USD 69.9 juta jika dibandingkan dengan USD32.4 juta pada bulan Januari 2010, artinya terjadi peningkatan 115,8 persen. Peningkatan secara signifikan ini menyebabkan penjualan buku fisik mengalami penurunan.

Pelonjakan ini tentunya akan mebuat binis digital ublihing atau binis ebook semakin menarik untuk digeluti.

Aplikasi apa yang anda gunakan untuk mengakses Facebook di ponsel?. Mungkin ada beberapa dari anda yang menggunkan Snaptu.

Snaptu adalah sebuah aplikasi mobile yang dikhususkan untuk bisa berjalan di berbagai ponsel non-smartphone, perusahaannya terletak di Israel. Kabar terbaru di ungkapkan beberpa media Israel Snaptu kini di akuisi facebook senilai US$60 juta hingga US$70 juta (setara Rp526 miliar-Rp614 miliar).

kabar Akuisi tersebut juga diperjelas dengan posting di blog resminya snaptu "Kami akhirnya memutuskan bekerja sebagai bagian dari tim Facebook yang menawarkan peluang terbaik untuk terus berakselerasi mengembangkan produk,"

Ini tentu akan menarik, mengingat lebih dari 200 juta pengguna facebook mengakses facebook melalui ponsel. Bagitu pula di Indonesia yang merupakan jumlah user facebook kedua tersbesar di dunia kebayakan mengakses facebook via ponsel. Dan indonesia merupakan pengguna aplikasi Snaptu terbesar di dunia, Dari lebih 20 juta penggunanya di seluruh dunia, pengguna Snaptu asal Indonesia adalah yang terbesar, dengan lebih dari 8 juta pengguna.

IBM sebuah pabrikan komputer asal New York, Amerika Serikat kini mulai melirik Industri Ecommerce. IBM mulai memasuki industri e-commerce dengan inisiatif untuk membantu bisnis online lebih baik layanan pelanggan mereka. IBM telah meluncurkan program e-commerce yang berfokus pada integrasi operasi ritel dan analisis.

Dikatakan Craig Hayman, General manager IBM Industri Software Solutions seperti di kutif ecommerce-journal.com "Melalui teknologi, konsumen telah menjadi jauh lebih berdaya daripada mereka yang pernah terjadi sebelumnya," kata Craig Hayman, General manager IBM Industri Software Solutions.

Untuk Itulah IBM Smarter Commerce berinisiatif menggabungkan sejumlah produk perangkat lunak IBM disesuaikan dan layanan terkait yang seharusnya membantu pengecer lebih terlibat dengan pelanggan dan pelanggan potensial. Layanan gabungan dan paket perangkat lunak tersebut akan membahas aspek-aspek e-commerce seperti pelacakan pelanggan, otomatis pemasaran, penjualan dan pemenuhan, dan mengelola merek.

Jika seblumnya sepertar ecommerce menulis tentang menimbang bisnis dgital publishing dan bagaimana potensinya di indonesia. Kali ini seputar ecommerce akan menulis tentang beberapa pemain bisnis Digital Publishing di Indonesia yang sudah 'terjaring' seputar ecommerce.

papataka.com

Dari keterangan about us di websitenya, papataka mengklaim sebagai pelopor dalam publikasi digital serta retailer konten media digital berbasis online di Indonesia.

Soal orisilitas kontent atau ebook jangan khawatir karena Papataka.com sangat memperhatikan konten dengan hak cipta dan kekayaan intelektual karena mereka menggunakan platform Adobe DRM (Digital Rights Management), yaitu suatu sistim untuk melindungi dan juga mendistribusikan semua konten buku-buku digital kami (eBooks).

Mereka juga telah bekerrjasama dengan beberapa penerbit lokal seperti Komunitas Bambu serta Luxima Metro Media. Dan melakukan promosi besar-besarran secara offline di media masa. dab yang menarik, walaupun mereka membuat dan mendrtisbusikan ebooknya secara digital, namun mereka juga Showroom dan Gallery di Plaza Indonesia - EX lantai 2, tepatnya di samping Rumah Makan Kafe Betawi. Penulis Juga beberapa kali menemui papataka di pameran-pameran buku.

nulisbuku.com

Nulisbuku adalah sebuah layanan self publishing bagi para penulis yang ingin menerbitkan tulisan atau karya mereka dalam rupa bentuk cetak fisik buku, layaknya yang bisa dilakukan penerbit-penerbit buku kebanyakan di Indonesia. Nulisbuku.com juga menyediakan sebuah toko buku online yang digunakan sebagai tempat untuk berbagi atau menjual sebuah karya (buku).

Salah satu Foundernya adalah Ollie yang juga merupakan pendiri kutubuku.com. Nulisbuku juga berhasil merain Best ecommerce SparX Up Award 2010 sebuah penghargaan bagi para startup di Indonesia.

Pada bulan September 2010 kemarin yang juga bertepatan dengan acara Indonesia Book Fair dilakukaan acara 99 Writers in 9 Days yang di prakarsai oleh nulis buku dan Mizan Digitwl publishing.

Lalu kenapa penulis masukan kedalam list ini?, karena semua prosesnya digital. para penulis yang memiliki naskah bisa mensubmitnya secara langsung ke nulisbuku.com dan membuat setiap orang bisa menjadi publisher digital untuk karyanya sendiri. Ini menarik, karena proses mmenerbitkan buku jadi lebih mudah bagi para penulis.

evolitera.com

Evolitera juga bergerak buku digital. Sebuah situs penerbitan e-book revolusioner berdasarkan pada platform jaringan sosial. Evolitera menyediakan proses penerbitan mutakhir dengan membuatnya lebih sosial, bebas untuk mengakses dan mengunduh secara gratis semua konten secara gratis dan juga legal secara hukum karena tidak mempublikasikan atau mendistribusikan bahan bajakan.

Evolitera memiliki platform publikasi pribadi untuk anggota mempublikasikan eBook sendiri di website, dan membiarkan anggota lain membaca dan bersosialisasi (membuat orang) di buku bahwa mereka sudah membaca.

Secara prestasi Evolitera boleh dibilang tak kalah menarik. Evolitera mampu masuk ke Un-Conference, Singapura tahun 2009 silam juga terpilih menjadi Best Creative Fellowship dari Indigo Awards dari Telkom.

Namun ketika tulisan ini di buat, penulis tidak bisa mengakses situsnya, karena sedang mintenance. Seperti di ungkapkan di twitter Evolitera, @evolitera "Dear readers, evolitera is now on scheduled maintenance. We are sorry for any inconveniences. We will soon be back to you. Thank you. :)' "


equalcore.net

Equalcore.net juga merupakan digital publishing dan memberikan kesempatan bagi para penulis. Founder Equalcore adalah mataharitimoer yang juga merupakan blogger dan ketua blogor komunitas bloger bogor.

Yang manerik Equalcore memberikan penawaran bagi para blogger untuk menerbitkan bognya kedalam sebuah buku.

Seperti di tulis di webnya EqualCore siap membantu para blogger untuk membuat e-book. Caranya gampang banget. Tinggal kumpulkan tulisan-tulisan dari blogmu dalam format doc/docx. Kirimkan kepada kami untuk dijadikan sebuah e-book.

Penawaran ini menarik mengingat banyak blogger yang ingin membukukan bukunya. Apalagi bagi para blogger yang sudah populer, keuntungannya mereka akan lebih mudah memasarkan bukunya mengingat punya banyak pembaca setia di blognya. Namun menurut penulis jika blog-blog yang akan di bukukan, tulisan yang diblog harus dibuat lebih mendalam dan menarik agar lebih memiliki value lain, apa bedanya jika sama persis dengan blognya ya lebih baik baca saja di blognya.

Anda brologer atau penulis dan tertarik?, silahkan di coba.

Perkembangan Teknologi dan informasi, 'memaksa' pebinis berevolusi mengukuti perkembangannya. Tak terkecuali dengan binis penerbitan dan Publishing harus segera survive dengan kemajuannya. ya salah satu nya dengan mulai melirik bisnis digial publishing.

Jika sebelumnya seputar ecommerrce menulis tentang, menimbang binisi digital publishing. Nah kali ini, seputar ecommerce akan menulis tentang menimbang bisnis digital publishing di Indonesia, seperti apa?

Tak terkecuali di Indonesia, para penerbit dan pelaku bisnis publishing rasanya harus mulai melirik binis digital publishing. Jika melihat perkembangan bisnis Digital publishing di Indonesia tentu masih sangat potensial. Selain karena masih sedikit pemainya, juga ceruk pasar yang masih terbuka lebar dan perkembangan informasi (internet) dan komunikasi yang kian bagus.

Perkembangan PC tablet dan ebook reader juga cukup bagus. Lihat saja pada peluncuran Galaxy tab beberapa waktu lalu di jakarta, banyak orang yang rela antri untuk mendapatkan produk tersebut. Ada banyak ebook reader dengan harga miring besutan Cina untuk kalangan menengah. Ada juga ebook reader khusus untuk para pelajar.

Selain kehadiran gadget pendukung, masyarakat indonesia juga mulai terbiasa dengan e-book dan menbaca digital. Bahkan bagi sebagian orang, membaca digital/online sudah mulai membaca buku, koran ataupun majalah. Ya walapun jumlahnya tak seignifikan, tapi setidaknya itu merupakan sinyalemen bagus.

Namun, harus disadari bahwa kepedulian dan awarnes membaca masyarakat indonesia masih sangat rendah. Dari kepedulian membaca yang sangat rendah itu, agak perlu waktu menumbuhkan mideset dan kebiasaan untuk beralih ke buku digital. Orang terkadang lebih nyaman membaca buku versi cetak ketimbang berada di depan PC atau gadget reader lainnya.

Untuk itulah perlu edukasi pasar Indonesia dan jangan lupakan juga gadget pendukung semacam ebook reader atau pun PC tablet harus lebih murah lagi. Pasalnya, e-reader yang kini beredar juga masih terlampau mahal.

Selain itu, masalah yang masih mendera adlah soal pendistribusianya. salah satu mediumnya tentunya ya lewat internet. Harus di ingat bahwa kecepatan internet di indonesia juga tak terlalu bagus. Untuk Menguunduh file yang tak seberapa juga membutuhkan waktu yang lama, apalgi file ebook yang sangat besar.

Dan yang terpenting bagaimana mencari bisnis model yang tepat. Mengingat masyarakat Indonesia lebih cendrung menyukai hal-hal yang gratisan.

Jadi bagi anda yang ingin memulai, mungkin bberapa faktor di atas bisa menjadi pertimbangan. Selamat mecoba.

Kabar terbaru datang dari kaskus. Kemarin (8/3/11) bertempat di Kempinski Ballroom, Grand Indonesia, mengumumkan partnership dengan pihak Global Digital Prima (GDP) Venture. Pengumumah tersebut sekaligus menjawab pertanyaan bahwa akan di akuisi oleh GDP

Pathnership ini tentunya akan membuat kaskus kian berkembang dan terus berekapansi. Dikutif dari dailysocial.net Ken Dean Lawadinata, CEO Kaskus Networks, mengatakan bahwa keputusan manajemen untuk berekspansi tidak lain adalah untuk memperbesar network KASKUS.

Ekspansi ini mencakup penyempurnaan Forum Komunitas dan Forum Jual Beli (FJB), pengoptimalan fungsi sistem pembayaran online KasPay, fasilitas pemasangan iklan KasAds, serta akses di ranah mobile yang lebih luas dan agresif.

Jika melihat ekspansinya, Seperti di tulis dailysocial.net kaskus akan lebih menggunakan format social commerce, sehingga pengguna dapat meminimalisir risiko transaksi online dengan adanya review, rekomendasi, dan testimonial, serta dari sisi teknologi akan terdapat penambahan fitur bidding, bargain, dan pilihan metode pembayaran yang sesuai dengan karakteristik pasar Indonesia.

Sosial commerce adalah bagian dari Ecommerce yang melibatkan menggunakan media sosial, media online yang mendukung interaksi sosial dan kontribusi pengguna, untuk membantu dalam membeli online dan menjual produk dan jasa.

Alasan lainnya seperti dikutif dari Detikinet, CEO kaskus, Ken Dean Lawadinata menjelaskan, Kaskus dan GDP memiliki visi jangka panjang yang sama. Dari beberapa calon mitra yang mendekati kaskus, yang menarik perhatian mereka hanya keuntungan atau sisi bisnis semata. Namun menurut Ken, GDP lain karena juga memikirkan pengembangan konten lokal dan industri digital di Indonesia.

Selain itu, posisi GDP sebagai sebuah perusahaan lokal turut jadi pertimbangan. Kaskus rupanya tidak ingin makin banyak website Indonesia dikuasai oleh pihak asing sehingga mereka lebih memilih partner lokal.

Kita nantikan saja, bagaimana kiprah kaskus bersama GDP di ranah social Commerce Indonesia. Apalagi dengan foundsai FJB kaskus yang begitu kuat.

Masih hangat dalam ingatan ketika Nokia kemudian memutuskan untuk menggunakan Os windows phone 7 kepunyaan Microsof. Secara hitungan bisnis, tentu ini lebih menguntungkan Microsof ketimbang Nokia Padahal beberapa hari sebelumnya, CEo Nokia sudah memberikan Sinyalemen akan menggunakan Androin sebagai OS mobile Nokia.

Ternyata dalam kerjasama itu, di sinyalir Microsoft menawarkan sejumlah besar uang agar Nokia memilih OS Windows Phone 7. Kini ada bocoran bahwa bayaran yang diberikan Microsoft lebih dari USD 1 miliar sebagai bagian kesepakatan dengan Nokia.

sepeti di kutif dari detikinet, Berita tersebut berasal dari media Bloomberg. Mereka mengklaim telah mendapat informasi ini dari dua sumber terpercaya. Microsoft sendiri, meskipun membayar uang dengan jumlah besar, juga mendapat pemasukan lisensi dari Nokia untuk tiap ponsel dengan WP 7. Kesepakatan ini konon akan berjalan selama 5 tahun.

Alasan lainya, Seperti dilansir BussinesWeek dan dikutip dari detikINET, Selasa (8/3/2011), Microsoft rupanya tidak ingin Nokia lebih memilih Android. Karena itu, mereka tidak segan-segan menggelontorkan uang untuk Nokia dalam jumlah sangat besar.

Mungkinkah kedua alasan tersebut akhirnya membuat nokia menggunkan windows phone 7?. itu belum jelas juga

Sunggu luar biasa perkembangan Web Startup di Indoneisa. Momentum perkembangan Startup dimulai sejal 2010 kemarin, dan di 2011 sekarang ini tentunya akan banyak bermunculan startup-startup baru. Terutama startup yang berfokus pada ecommerce.

Dalam dua minggu ini saja, ada dua situs startup yang berfokus pada ecommerce di Indonesia. Dan Uniknya hampir keduanya adalah situs pembanding harga. Adalah Telunjuk.com dan tiket2.com.

Namun ada perbedaan, Tiket2.com yang khusus membandingkan harga tiket maskapai penerbangan. dan Telunjuk tak hanya membandingkan harga tiket penerbangan tapi juga harga notebook dan harga ponsel beserta fiturnya.

Seperti sebutkan dailysosial.net bahwa Telunjuk diambil karena pihak Telunjuk ingin membuat pengalaman berbelanja penggunanya semudah menggunakan jari-jemari. Telunjuk tentu saja adalah jari yang paling banyak digunakan untuk mengetik di keyboard atau mengklik di tetikus.

Sedangkan Tiket2.com memberikan beberapa layanan berupa informasi daftar jadwal penerbangan domestik dari berbagai kota di Indonesia, fasilitas untuk membandingkan jadwal dan harga tiket pesawat, serta menyediakan juga fasilitas booking, yang semuanya bisa didapatkan di satu tempat.

So, bagi anda yang sedang mencari harga, ya monggo di coba.

Sudah sering menggunakan mesih pencari Bing? jika belum saatnya anda menggunakannya, apalagi bagi anda para penyuka belanja online.

Pasalnya bing telah menambah salah satu pencariannya. Fitur tersebut memungkinkan memungkinkan orang untuk menggunakan bahasa Query pencarian secara alami untuk berbelanja. Sekarang pengguna dapat mengetik kata-kata seperti "under $50" maka akan muncul di hasil pencarian barang-barang dengan harga dengan hasil yang relevan untuk produk yang cocok dengan deskripsi tersebut.

Seperti di tuliskan di blog resminya bing bahwa project ini dibantu oleh Microsoft Research untuk menyempurnakan pencarian permintaan harga dan memberikan hasil yang secara otomatis disesuaikan dengan anggaran pencari.

Hal ini tentu sangat berguna bagi kita yang senang berbelanja online, atau anda yang super sibuk sehingga tidak mengetahui update harga terbaru.

Sayanya layanan ini masih berlaku untuk di US saja. di Indonesia masih belum bisa dinikmati

Perkembangan Teknologi dan informasi, 'memaksa' pebinis berevolusi mengukuti perkembangannya. Tak terkecuali dengan binis penerbitan dan Publishing harus segera survive dengan kemajuannya. ya salah satu nya dengan mulai melirik bisnis digial publishing.

Apa itu Digital Publishing?

Apa itu digital publishing atau E-publishing ?.Sederhannya penerbitan yang tidak lagi menggunakan medium kertas, namun lebih pemanfatan teknologi dalam meduim dan pendistribusiannya.

Digital Publishing termasuk publikasi digital e-buku, artikel elektronik, Digital Megazine, pengembangan perpustakaan digital dan katalog. Pendistibusianya bisa melalui Internet, CD, DVD atau media pengeiriman data digital lainnya.

Menibang Binis Digital Publishing

Perkembangan internet kian cepat. Distibusi infomasi dan datapun turut terpengaruhi. Bagitu pula dengan kebiasaan orang untuk membaca. Tak hanya buku, koran dan majalah saja sebagi sumber bacaan, tetapi juga mulai membaca artikel-artikel di Internet, ebook dan sejenisnya.

Tak sedikit orang yang lebih menyukai membaca buku-buku elektonik (ebook) atau pun artikel di depan Komputer. Alasanya ya tentu lebih Praktis. Tak perlu mempunya space yang besar untuk menyimpan buku-buku elektronik.

Dengan perkebangan Ebook reader dan tablet PC tentu sangat membuat nyaman bagi orang yang hobi membaca. Kita bisa menyimpan banyak buku, artikel dalam jumlah yang sangt banyak hanya dengan satu alat saja. Ya, Ebook reader atau tablet PC.

Berbeda dengan PC atau Laptop, gadget yang satu ini lebih bisa di bawa mobile dengan mudah. namun Ebook rader lebih cendrung hanya digunakan untuk membca buku saja, berbda dengan tablet PC yang bisa dipakai untuk aplikasi komputing juga.

jika Melihat perkembangan PC tablet di dunia mulai bergairah. Di Awali dengan ke hadir IPAD besutan tablet yang kini menguasai kurang lebih 34% pasar tamlet dunia. Dan di ikut dengan pertumbuhan PC tablet-tablet lainnya, samsung Dengan galaxy tab-nya, RIM dengan Palybook-nya. Dan bertumbuhannya PC tablet buatan Cina yang tentu sangat menjanjikan bagi kalangan bawah.

Tak terkecuali di dunia, di indonesia pun pasar tablet mulai banyak diminati. Pada peluncuran dan penjualan galaxy Tab misalnya, orang rela antri berjamjam untuk mendapatkannya. Kemudian di tingkat menengah dan Pelajar ada ebook

Dengan melihat pekembangan tersebut, tentu sebuah potensi besar bagi anda yang sedang mencari binis baru atau para Penerbit untuk mulai melirik binis digital publishing ini.

baca juga: Menibang Binis Digital Publishing Di Indonesia

Trend dan keprcayaan belanja online saat ini di indonesia sedang meningkat. Banyak orang-terutama wanita sudah mulai terbiasa berbelanja secara online. Tapi terkadang tak selamnya kita yang berbelanja tau situs tempat berbelanja yang tepat untuk mendapatkan barang yang kita cari.

Untuk mencarinya, tentu kita akan menggunakan search engineu untuk mencarinya. Tapi terkadang banyak pencarian yak tak relevan, salah satunya karena terlalu banyaknya webcrawel ataupun web-web sejenisnya.

salah satu caranya mungngkin bisa mencari di search engineu yang berfokus pada tempat-tempat berbelanja online. Di Darah lokal, dari pengamatan Seputar ecommerce hanya ada situs pencarian yang fokus disana. FJBex dan inkuiri.

Inkuiri.com adalah mesin pencari produk dari toko online, forum jual beli online, dan online marketplace yang ada di Indonesia. Untuk memudahkan pencarian inkuiri menambahkan fitur filter kategori pencarian untuk memudahkan pencarian.

Menurut Rizqi, Founder inkui seperti diungkapkan pada dailysocial bahwa awalnya ingin membuat sebuah online marketplace dimana pengguna bisa mendaftarkan toko onlinenya kemudian melakukan aktivitas jual beli. Tapi karena kesibukan yang meningkat, ide ini jadi terbengkalai.

Hampir sama dengan Inkuiri, PriceArea juga adalah mesin pencari yang berokus pada pencarian barang. dalam hasil halaman hasil pencarian kita bisa langsung membandingkan harga-harga dari berbagai toko, dan bisa juga menerapkan filter harga dan merchant agar hasil pencarian semakin akurat.

Bedanya pricearea menambahkan layanan deals dengan memberikan diskon suatu produk sudah ada bebberapa marchant yang bergabung dan beberapa kategory deals. Selain itu PriceArea juga mencoba menyentuh konsep jejaring sosial sosialnya juga.

Jika Princearea dan Inkuiri kebanyakan mengindek dan pencariannya pada situs-stus toko online, lain halnya dengan FJBex yang lebih berfokus pada pencarian dari Forum jual beli barang. Memang agak sedikit kental dengan kaskus yaitu FJB kaskus.

Seperti penjelasan di web-nya, FJBex adalah search engine terlengkap untuk berbelanja di Indonesia. Dengan mengindex belasan forum jual beli terbesar di Indonesia dan selalu di update setiap menit, FJBex memberikan hasil pencarian yang lebih baik dari search engine lainnya.

dari ketiga situs tersebut, semoga bisa membantu anda mencari produk yang sesuai dengan keinginan anda dan tentunya akan semakin memudahkan ada ketiika berbelanja online :)

Bagi Para Netizen lokal tentu tak aneh dengan koprol. layanan Jejaring sosial buatan anak bangsa yang beberapa waktu lalu di akuisi oleh yahoo.

Setelah di akuisi oleh yahoo, koprol marketing besar-besaran untuk menambah jumlah usernya. Dengan jumlah user yang kian banyak, rasanya kini yahoo Koprol mulain monitize. Kabar terbaru, mereka baru saja meluncurkan Koprol for Business.

Koprol for Business adalah Fitur yang secara khusus didesain untuk memenuhi kebutuhan pengusaha akan ruang untuk memasarkan produk. Kelebihannya koprol for businnes ini menurut atya Witoelar, co-founder Yahoo! Koprol seperti dilansir kompas.com "Kita bisa membuat profil, mengklaim tempat tertentu, dan terhubung dengan konsumen secara langsung. Untuk profil, kita bisa buat yang lebih dari sekadar brosur. Di profil, kita bisa benar-benar ngobrol dengan konsumen. Mereka bisa kasih tanggapan,".

ini tentu akan lebih efektif bagi para pemasar online dan pemilik brand. Mereka bisa melihat dimana tempat-tempat yang banyak di kunjungi komunitas. dan Beberapa bisa saja "merekomendasikan" tempat nongkrong. Tentu menarik apalagi bagi para pemilik UKM.

Kaskus.us, bagi para netizen Indonesia pasti sudah femiliar dengan Forum yang satu ini. Kaskus, yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk, dimana penggunananya di sebut kaskuser. Kaskus adalah Forum terbesar terbesar di Indonesia dengan jumlah member 2,572,992- dengan lebih dari 10 juta pengunjung per bulan.

Awalnya kaskus hanya sebuah projek iseng tiga mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Seattle, Amerika Serikat yaitu Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan. Namun melihat potensi yang begitu luar biasa pada tahun 2008, Andrew Darwis yang oleh para kaskuser di sebut mimin ini memutuskan untuk mengembangkan kaskus secara serius. Maka di bentuklah PT Darta Media Indonesia yang merupakan perusaahan dimana kaskus bernaung.

Kemudian, salah satu inovasinya adanya Forum jual beli kaskus (FJB) dan Kaspay. FJB merupakan Forum tempat menjual dan membeli barang yang di sediakan oleh kaskus. Dimana para para anggotanya bisa menjadi penjual dan pembeli barang bisa menjual dabn memberi barang.

Boleh di bilang, FJB ini adalah Forum jual Beli yang paling besar di indonesia. Tak ada Forum jual beli lain yang bisa menyaingin kaskus.

Sehingga tak salah kalau Majalah Forbes menobatkannya pada posisi pertama sebagai situs E-commerce Indonesia. Seperti di disampaikan oleh Ken Dean Lawadinata CEO of KASKUS dalam twitnya.

@Kendeanlaw: KASKUS Ranked 1st on FORBES Indonesia top 10 E-commerce List

Selmat untuk kaskus :)

Anda seorang Marketer Internet yang memasarkan produknya melalui social media? Atau anda seorang netizen yang kurang nyaman ketika adanya promosi atau pemasaran suatu brand di social media.

Jika ya, ternyata tak sedikit orang yang senang dengan pemasaran di media sosial. Menurut sebuah penelitian dari ExactTarget dan CoTweet, 91% dari konsumen telah "membuarng" setidaknya satu merek di Facebook, email atau Twitter karena mereka merasa itu membosankan atau tidak relevan dengan yang mereka butuhkan.

Dalam Studi ini menemukan bahwa 81% konsumen telah "meng-unliked" atau menghapus posting perusahaan dari feed berita mereka dapat. 41 persen dari konsumen "mengunfollowed" perusahaan di Twitter.

71 persen laporan konsumen yang lebih selektif tentang "menyukai" sebuah perusahaan di Facebook dibandingkan tahun lalu. 77 persen laporan konsumen menjadi lebih berhati-hati tentang menyediakan alamat email mereka kepada perusahaan-perusahaan dibandingkan tahun lalu.

Konsumen biasanya lebih selektif untuk milih atau memutuskan menyukai sebuah brand. Konsumen biasanya memahami terlebih dahulu sebelum melike jika mereka merasa pemasaran tersebut tidak relevan atau membosankan.

nah ituk itulah bagi anda para internet marketer atau baran pemilik brand, lebih berhati-hati menentukan target user dan menggunkan mediun pemasaran social media yang paling relevan untuk menjaring Konsumernya.

Jika di tulisan sebelumnya saya menulis bahwa pada 2010 Industri software Lokal Tumbuh 12% 2010. Disana di jelaskan bahwa lonjakan di tahun 2010 tersebut lebih di sebabkan pada lonjakan aplikasi perangka mobile. Terutama pertubuhan OS mobile Android milik Google yang kemudian banyak di dukung oleh bertumbuhnya beberapa pengembang lokal.

Di tahun 2011 sepertinya akan terus menlonjak naik mengingat pertumbuhan pengguna smartphone dan pertumbuhan banyak aplikasi. Pertumbuhan tersebut tentunya akan berjalan positif dengan pendapatn para developer. Untuk tahun 2011 saja, revenue yang dihasilkan untuk lahan bisnis aplikasi di ponsel diprediksi bisa mencapai angka USD 15 miliar.

Menurut Lembaga Riset Gartner seperti di kutif dari detiknet secara global, pengguna ponsel dunia akan melahap sebanyak 17,7 miliar aplikasi untuk memperkaya konten di ponsel mereka. Jumlah ini meningkat 117 persen ketimbang tahun 2010 yang cuma 8,2 miliar download.

Gartner bahkan berani memprediksi jika jumlah aplikasi yang didownload akan menembus angka 185 miliar pada tahun 2014. Angka ini diproyeksi dari Juli 2008, atau masa di mana aplikasi mobile masih baru-baru diunduh.

Analisis Gartner tersebut wajar mengingat besarnya pasar mobile di dunia. Seperti di tulus tekno jurnal bahwa 75% dari total populasi dunia, sekitar 5,2 miliar orang, menggunakan perangkat mobile. Pengguna perangkat mobile lebih banyak daripada gabungan pengguna Internet (2 miliar orang) + komputer (1,2 miliar orang) + telepon rumah (1,2 miliar orang)

Begitu pula di ranah lokal (indonesia), binis Aplikasi ini masih sangat mengiurkan. Lihat saja pangsa pasar mobile yang juga sangat besar. Ada 209 juta pelanggan handphone di Indonesia (3,5 kali lebih besar daripada pengguna Internet).80% handphone yang dijual di Indonesia sudah dapat mengakses Internet . Ada lebih dari 12 juta pengguna 3G di Indonesia (3,5 kali lebih banyak dari pengguna broadband).Anak muda (17-24 tahun) Indonesia lebih sering menggunakan perangkat mobile untuk mengakses Internet daripada menggunakan komputer, laptop, atau warung Internet. dan Indonesia menempati urutan teratas di dunia untuk intensitas browsing Internet melalui perangkat mobile, 633 halaman per bulannya/orang

Menarik Bukan?, hayoo para pengembang lokal terus bangkit

Beberapa hari ini saya sering menemukan komplai atau keluhan tentang penipuan akibat membeli barang secara online atau tertipu oleh orang di ranah during ini.

Mememang kita sebagai Customer harus sangat berhai-hati ketika akan melakukan transaksi tersebut.

Mengingat E-commerce memiliki model perjanjian jualbeli dengan karakteristik dan aksentuasi yang berbeda dengan model transaksi jual-beli konvensional, apalagi dengan daya jangkau yang tidak hanya lokal tapi juga bersifat global.

Di Inggris permasalahan-permasalah terkait transaksi elektronik telah diatur di yang didasarkan pada putusan pengadilan dalam perkara In Re Charge Sevices Limited. Perkara tersebut berisi suatu analisis yuridis mengenai hubungan-hubungan hukum yang tercipta apabila suatu card digunakan untuk melakukan pembayaran.

Dalam putusan tersebut, yang merupakan leading case di Inggris, hakim Millet J memutuskan pembayaran dengan charge card/credit card adalah pembayaran mutlak, bukan pembayaran bersyarat kepada pihak merchant.

Selain itu Millet juga berpendapat, dalam penggunaan kartu, secara serempak bekerja tiga perjanjian yang satu sama lain saling terpisah, yaitu:
1.Perjanjian penjualan barang dan/atau jasa antara pedagang.
2.Perjanjian antara pedagang dan perusahaan penerbit kartu yang berdasarkan perjanjian itu pedagang yang bersangkutan setuju untuk menerima pembayaran yang menggunakan kartu.
3.Perjanjian antara issuer dengan card holder.

Selama ini penggunaan charge card/credit card di internet, ataupun di berbagai merchant secara offline, seperti di berbagai pusat perbelanjaan memang rawan dari penyalahgunaan. Kerawanan ini terjadi sebab pihak merchant dapat memperoleh nomor kartu kredit beserta masa berlakunya yang tentunya dapat digunakan untuk melakukan transaksi e-commerce.

bagaimana dengan di Indonesia?, jangan takut! karena kita sudah punya UU ITE (Undang-Undang INFORMASI & TRANSAKSI ONLINE) yang secara jelas sudah mengatur tentnag hal-hal yang berkaitam dengan aturan hukum transaksi eletronik.
terutama dalam Bab V tenteng TRANSAKSI ELEKTRONIK

Pasal 17

(1) Penyelenggaraan Transaksi Elektronik dapat dilakukan dalam lingkup publik ataupun privat.
(2) Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat : (1) wajib beriktikad baik dalam melakukan interaksi dan/atau pertukaran Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik selama transaksi berlangsung.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Transaksi Elektronik
sebagaimana dimaksud pada ayat : (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 18
(1) Transaksi Elektronik yang dituangkan ke dalam Kontrak Elektronik mengikat para pihak.
(2) Para pihak memiliki kewenangan untuk memilih hukum yang berlaku bagi
Transaksi Elektronik internasional yang dibuatnya.
(3) Jika para pihak tidak melakukan pilihan hukum dalam Transaksi Elektronik
internasional, hukum yang berlaku didasarkan pada asas Hukum Perdata
Internasional.
(4) Para pihak memiliki kewenangan untuk menetapkan forum pengadilan, arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya yang berwenang menangani sengketa yang mungkin timbul dari Transaksi Elektronik internasional yang dibuatnya.
(5) Jika para pihak tidak melakukan pilihan forum sebagaimana dimaksud pada ayat
(4), penetapan kewenangan pengadilan, arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya yang berwenang menangani sengketa yang mungkin timbul dari transaksi tersebut, didasarkan pada asas Hukum Perdata Internasional.

Pasal 19
Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik harus menggunakan Sistem Elektronik yang disepakati.

Pasal 20
(1) Kecuali ditentukan lain oleh para pihak, Transaksi Elektronik terjadi pada saat penawaran transaksi yang dikirim Pengirim telah diterima dan disetujui Penerima.
(2) Persetujuan atas penawaran Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan dengan pernyataan penerimaan secara elektronik.

Pasal 21
(1) Pengirim atau Penerima dapat melakukan Transaksi Elektronik sendiri, melalui pihak yang dikuasakan olehnya, atau melalui Agen Elektronik.
(2) Pihak yang bertanggung jawab atas segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut:
a. jika dilakukan sendiri, segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi
Elektronik menjadi tanggung jawab para pihak yang bertransaksi;
b. jika dilakukan melalui pemberian kuasa, segala akibat hukum dalam
pelaksanaan Transaksi Elektronik menjadi tanggung jawab pemberi kuasa;
atau
c. jika dilakukan melalui Agen Elektronik, segala akibat hukum dalam
pelaksanaan Transaksi Elektronik menjadi tanggung jawab penyelenggara
Agen Elektronik.
(3) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya Agen
Elektronik akibat tindakan pihak ketiga secara langsung terhadap Sistem
Elektronik, segala akibat hukum menjadi tanggung jawab penyelenggara Agen Elektronik.
(4) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya Agen
Elektronik akibat kelalaian pihak pengguna jasa layanan, segala akibat hukum
menjadi tanggung jawab pengguna jasa layanan.
(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik.

Pasal 22
(1) Penyelenggara Agen Elektronik tertentu harus menyediakan fitur pada Agen Elektronik yang dioperasikannya yang memungkinkan penggunanya melakukan perubahan informasi yang masih dalam proses transaksi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggara Agen Elektronik tertentu
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Kita telah menginjak tahun 2011. Di Januari ini, mungkin anda sedang mencari binis yang tepat, terutama tentang binis di industri mobile dan telekomunikation.

Mungkin ramalan Riset Telematika Sharing Vision akan jadi benar. Apa itu?, Seperti di kutif dari website Sharing Vision, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana, pada Selular Jabar (Sebar) Night di Hotel Grand Preanger, Jln. Asia Afrika, Bandung, Jumat (14/1) mengatakan bahwa " Mobile money dan mobile remittance (pengiriman uang) akan menjadi model bisnis baru yang potensial dikembangkan operator seluler pada 2011 sampai lima tahun ke depan. Secara nasional, potensi pasar bisnis ini diprediksi bisa mencapai Rp 1,2 triliun."

Mengingat kebutuhan pengiriman uang secara mobile sangat mendesak. Potensinya sangat besar dan bisa menembus seluruh lapisan masyarakat, hingga ke tingkat bawah. Apalagi saat ini pengguna telefon seluler di Indonesia diprediksi sudah mencapai 180 juta. Sementara pemilik rekening bank baru sekitar 80 juta penduduk usia dewasa.

Dan pertumbuhan pengguna telephon seluluer akan terus meningkat mengingat mulai murahnya harga ponsel. Apalagi keberadaa Smartphone dimana keutamamaan internet mobile yang akan mejadi magnet kuat dalam peningkatan pengguna ponsel dan mobile ponsel.

Sehingga Tak salah jika sepanjang 2011 industri telekomunikasi akan tetap menjadi primadona dari segi pencapaian pendapatan. Diprediksi, total pasar industri telekomunikasi tahun ini akan mencapai Rp 150 triliun atau naik 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Akan tetapi, berbeda dengan 2010, menurut Dimitri, tahun ini bukan hanya operator seluler yang akan memegang pangsa pasar terbesar. Seluruh penyedia gadget, internet, dan layanan mobile, akan memiliki peran penting. Bahkan, mereka memiliki potensi yang sama besar untuk menjadi pemain utama. (A-150)

kita lihat apakah 2011 Mobile money akan menjadi trend?

Jika banyak kalangan menyebut jika tahuh 2010 kemarin adalah bulanya sosial media, tahun ini pun tak taj jauh berbeda. Bahkab lebih Besar pertumbuhannya.

Seolah tak ingin kalah dengan pertumbuhan sosial media perusahaan lokal juga mulai memperlihatkan kemajuan yang sangat bagus. Saya pikir pertumbuhan internet dan Awar masyarak akan pentingnya Teknologi informatika membuat pertumbuhan perusahaan bergerak di bidang teknologi pun kian ikut berkembang.

Menurut catatan asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki) seperti di kutif dari techno.okezone.com bahwa saat ini ada sekira 250 perusahaan yang bergerak mengembangkan peranti lunak. Namun yang tidak tercatat seperti pengembang individu ataupun perusahaan yang tidak terhitung sebagai perusahaan startup itu jauh lebih banyak.

Ditambahkan lagi selama tahun 2010 kemarin terjadi lonjakan aplikasi yang dikembangkan oleh developer lokal. Sayangnya walaupun Djarot tidak mempunyai data detail, lonjakan ini disebabkan oleh aplikasi untuk perangkat mobile. Salah satu penyembabnya adalah pertubuhan OS mobile Android milik Google yang kemudian banyak di dukung oleh bertumbuhnya beberapa pengembang lokal.

Followers