Tampilkan postingan dengan label Online Payment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Online Payment. Tampilkan semua postingan

Seperti sudah berkali-kali saya tuliskan bahwa permasalah klasik dari keberlanjutan ecommerce adalah masalah payment. Ada beberapa alternatif payment sebenarnya, yaitu mobile payment atau online payment yang bisa di terapkan. Di Negara berkembang seperti di Indonesia, mobile payment bisa menjadi pilihan namun tak menutup kemungkinan untuk mengembangkan online payment lokal.

Sebelumnya seputar ecommerce menulis tentang Doku yang sudah lauching dan beberapa list online payment lokal di Indoneisa. Kali ini, seputar ecommerce ingin menulis tentangg faspay, online payment yang ternyata sudah lama berdiri.

FasaPay adalah oline paymen dengan Layanan transfer dan pembayaran antar akun Fasapay adalah online dan realtime 24/7. Untuk pengisian dananya hanya menggunakan transfer via Bank lokal seperti BCA, BANK Mandiri dan Bank-bak yang terafiliasi dengan ATM bersama.

sebagai layanan payment, tentunya Fasapay memiliki layanan Deposi dengan Minimal deposit Rp.10.000,-. juga meiliki layanan tranfer dana atau pengiriman dana, hanya saja pengirimannya masih terbatas ke sesama anggota fasapay saja. Serta ada pula layanan Penarikan dana dari saldo, tetapi penarikan saldo tidak dapat dilakukan apabila saldo anda kosong atau tidak mencukupi. Dan yang menarik dari layanan fasapay adalah adanya SCI (shopping Cart Interface).

SCi ini digunakan untuk menghubungkan antara Merchant Online dengan Pembeli melalui Internet/Web. Seperti kita ketahui bahwa kebayakan transaksi perdagangan via toko online masih menggunakan cara transfer Bank secara Kovensional yang cukup merepotkan.
Dengan SCI ini merchant akan menerima pemberitahuan secara langsung pada saat itu juga setelah transfer dilakukan oleh pembeli, sehingga merchant bisa langsung mengirim barangnya.

Layanan SCI ini tentu saja menarik, mengingat sebagian besar toko online di Indonesia masih menggunakan cara tranfer bank Konvesnsional. Apalagi bisa di integrasikan ke merbagai emarketplace lokal semacam juale atau yang lainnya. Namun sayangnya penggunaan SCI ini lagi-lagi hanya bisa di lakukan jika marchat dan Buyer sama-sama mempunyai akun di Fasapay.

Kabar baik bagi ecommerce di Indonesia, hari ini rabu 13 April 2011 Doku resmi di launching. Sebenarnya Grand launchingnya baru akan di rencakan bulan Mei. Seperti di jelaskan oleh founder Doku, Ronald Ishak di milis startuplokal" Doku finally launched our new website today!.

Seperti namanya, doku yang berarti uang. Doku adalah layanan online payment tentunya berbasis lokal. Doku "This is online payment, the real deal, in Indonesia" Lanjut ronal di milis #tartuplokal. Selain rupiah, Doku sudan mendukung beberapa mata uang seperti USD, SGD, AUD dan EUR. Juga sudah mendukung Wallet, Recuring billing dll

Sudah ada beberapa marchat yang menggunakan doku ini sebagai online paymentnya sepperti Rakuten yang merupakan emarketplace, Garuda Indonesia, Bayu Buana, Sitra Wimax, Indosat-m2, Citibank's belibarang.com, Java festival production, Indomog, musik-legal, and harvest cakes.

ketika saya mengunjungi websitenya, sudah ada beberapa bank yang menjadi pathnernya dan itu termasuk bank-bank besar. Untuk bank Lokal BCA, BNI, Mandiri dan bank Multi nasional seperti Citibank, Visa dan mastercard. dan yang menarik, mereka juga berpatner dengan paypal yang merupakan online payment yang sudah banyak digunakan di dunia.

So, kita tunggu saja bagaimana kiprah doku ini mewarnai ecommerce Indonesia dan bersinergi dengan beberapa layanan online payment lokal. Yang pasti ecommerce di Indonesia sangat membutuhkan model payment dan semoga doku bisa menjadi pilihan bagi para penggiat ecommerce di indonesia.

Permasalahan clasik bagi terlaksannya ecommerce dinagara-negra berkembang adalah alat pembayaran. dan alat payment ini adalah masalah yang penting untuk segera di pecahkan.

Begitu juga di Indonesia. Alat pembayaran yang pas untuk keberlangsungan ecommerce sangat penting. Selama ini, cara pembacayaran untuk transaksi di Indonesia masih di lakukan secara konvesional, masih menggunakan cara tranfer bang biasa. tentu itu tidak efisien mengingat prosesnya yang termasuk lama.

Bayangkan saja ketika anda akan bertransaksi, anda harus menuju ATM atau Bank terdekat untu transfer pembayaran. Setelah pembayaran, dihharuskan konfirmasi pembayaran ke seller. Malah ada beberapa seller yang harus melampirkan bukti transfer/pembayaran via email.Ribet bukan?

Sebenarnya di Indonesia sudah ada beberapa online payment lokal seperti kaspay, doku dan Ipaymu. Namun perkembangannya juga masih jadi kenadala. Selain karena keamanannya dan kefisienanya (tidak ribet)dari layanan tersebut juga karena kesadaran masyarkatnya juga belum begitu bagus. Agak sudah memang mengeduksi masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut.

Masalah masih sedikitnya marchat-marchat yang menyediakan tools dan mempunyai akun online payment lokal juga masih jadi kendala tersendiri. Misalkan saja sedikit sekali pemilik toko online yang akan menerima pembayaran dari online payment. sehingga banyak user akhirnya merasakan menggunakan online payment lebih ribet.

Masalah regulasinya juga yang masih bermasalah. Terutama berkaitan dengan masalah clearing. Di Amerika ada yang namanya ACH (Automated Clearing House). Fungsinya semua payment online atau pembayaran online antar bank bisa diproses disini. Jadi proses debit/kredit antar bank lebih cepat prosesnya.

akan tetapi kalau clearing di Indonesia diminta sebelum pukul 21.00 dan setelah itu uang bakal cair paling cepet biasa besoknya. dan kalau tidak salah di Indo itu clearing systemnya masih manual, belum online processing secara komputerisasi and otomatisasi.

Ada alternatif lain, yaitu menggunakan mobile payment. Apalagi jika melihat potesi perkembangan ponsel di Indonesia yang cukup pesat dan mudah serta murahnya smartphone yang terkoneksi dengan internet di Indonesia.

Dengan melihat perkembangan ponsel yang cukup bagus tersebut, Membuat potensi mobile payment ini jauh lebih berpotensi. sebuah riset Gartner, menyebutkan bahwa Negara-negara yang memerlukan alat pembayaran lewat ponsel alias mobile payment justru datang dari negara berkembang seperti Indonesia. Data riset Gartner menyebutkan, wilayah Asia Pasifik menjadi pengguna terbesar layanan mobile payment. Sejak 2009 lalu, Asia Pasifik sudha menjadi pengguna mobile banking terbesar dengan angka 70,2 juta pengguna mobile payment.

Beberapa oprator sudah membuat layanan mobile payment ini. Seperti Telkomsel yang membuat layanan Tcash. Namun masalah clasik seperti masalah regulasi masih menjadi masalah utamanya. Selain itu juga masih adanya ego-ego para bank dan operator itu sendiri untuk bersinergi untuk melaksanakan layanan mobile payment ini.

Entah layanan apapun yang nanti nya akan berkembang, yang pasti Indonesia sangat membutuhkan layanan payment untuk mendukung keberlangsungan ecommerce indonesia yang saat ini sedang berkembanga saat ini :)

Ecommerce di Indonesia memang mulai leading, namun masalah yang paling utama di Indonesia adalah payment. sebenarnya sudah ada online payment lokal yang sudah mulai bergeliat, namun belum bisa optimal di gunakan.

Lalu bagaimana dengan mobile payment?. Nah layanan ini juga sudah mulai dikembangkan di Indonesia. Namun penyelenggaraannya masih terhalang oleh regulasi yang belum jelas dan ego oprator telekomunikasi itu sendiri dalam menggarap pasar mobile payment di Indonesia.

Padahal jika melihat perkembangannya di Indonesia, mobile payment ini tentu sangat potesial. Mengingat indonesia yang masih negara berkembangan ini termasuk negara yang perkembangan poselnya lumayan bagus.

Menurut riset Gartner, Negara-negara yang memerlukan alat pembayaran lewat ponsel alias mobile payment justru datang dari negara berkembang seperti Indonesia. Data riset Gartner menyebutkan, wilayah Asia Pasifik menjadi pengguna terbesar layanan mobile payment. Sejak 2009 lalu, Asia Pasifik sudha menjadi pengguna mobile banking terbesar dengan angka 70,2 juta pengguna mobile payment.

"Sebab, di negar berkembang, saat ini masih banyak konsumen yang tidak dapat menjangkau layanan perbankan. Ini dikarenakan, institusi perbankan dihadapkan pada kendala besar dalam membuka kantor cabang di wilayah-wilayah terpencil," kata Direktu Riset Gartner Inc, Sandy Shen seperti di tulis detikinet


Di tahun 2014, menurut Global Mobile Payment Forecast, akan terdapat 622 juta pengguna mobile paymet di Asia Pasifik dengan jumlah transaksi lebih dari 62 miliar.

Dari segi transaksi, mobile payment di Asia Pasifik akan berkembang dan mencapai US$ 316 miliar dengan rata-rata pertumbuhan per tahun (Compund Annual Growth Rate/CAGR) 94,1%.

Sebelumnya seputar ecommerce indonesia menulis tentang penerapan mobile payment yang pas di Indonesia. Sangat wajar, mengingat pengunaan ponsel yang begitu besar di Indonesia dan di prediksi akan terus bertambah.

Menurut data Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), seperti dikutif dari detikinet saat ini jumlah telepon seluler di Indonesia sudah mencapai kurang lebih 200 juta SIM card. Kemudian jika dikurangi dengan nomor hangus atau churn rate industri sekitar 25% maka ada sekitar 159 juta SIM card yang aktif.

Namun, selain kendala masalah regulasi seperti di jelaskan sebelumnya. Masalah lainnya juga adalah ego para penyelenggara telekomunikasi di Indonesia. Sendainya para operator telekomunikasi mau bersinergi, maka perkembangan mobile payment di Indonesia akan lebih cepat.

Seperti katakan Ketua Umum Mastel Setyanto P Santosa dalam acara Seminar Indonesia Mobile Payment, Financial and Digital Inclusion, Challenges and Opportunities, di Mercantile Athletic Club, WTC Sudirman, Jakarta, Rabu (6/4/2011) "Haruslah kita maklumi, di Indonesia karakter para pelaku industri seluler dan pelaku industri secara umum masih sulit diajak bersinergi di antara sesamanya. Kebanyakan masih cenderung ekslusif menjadi penyelenggara sendiri,"

Sering mengirim dan dikirim uang melalui Wetern Union? bagi yang sering terntu tau bagitu mudah berkirim uang melalui wetern Union yang hapir terdapat di 45 negara dan di Indonesia sendiri sudah hampir berada di seluruh plosok negeri karena bekerjasama dengan PT Pos Indonesia.

Kli ini Western Union mengumumkan bahwa sekarang konsumen bisa melakukan transfer langsung ke mobile "wellet" Safaricom M-PESA. Bekerja sama dengan fasaricom

Seperti dikutif dari ecommerce-journal, David Yates Eksekutif Wakil Presiden dan Presiden Pengembangan Bisnis dan Inovasi, Western Union mengatakan "Kami sangat senang untuk memperluas layanan kami dengan Safaricom, dan kami berharap untuk menambahkan fungsionalitas tambahan bagi pengguna M-PESA dalam waktu dekat,"

Konsumen bisa pergi ke salah satu lokasi Agen Western Union yang tersebar dari 80.000 di 45 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Italia dan Inggris, dan mengirimkan dana langsung ke mobile dari 13,5 juta M-PESA's pelanggan. Dana tersebut dikirim umumnya realtime.

Safaricom CEO Bob Collymore mengatakan "Pelanggan kami sangat bangga dengan layanan M-PESA revolusioner, dan kemitraan ini melihat kita mendorong batas-batas baru untuk terus menjaga Kenya di garis depan dunia mobile. Melalui kerjasama ini, pelanggan kami dan teman-teman mereka dan keluarga akan mendapatkan keuntungan dari terjangkau, cepat dan lebih nyaman pengiriman uang internasional, dan uang yang tersedia untuk digunakan langsung untuk setiap transaksi M-PESA, atau dapat ditarik sebagai uang tunai di semua dari 24.000 kami Safaricom agen"

Google telah bersiap membuat mobile paymentnya dengan bekerja sama dengan mastercard dan citi goup. Co-fouder twitter, Jack Dorsey sudah memperkanalkan Squere yang merupakan layanan mobile payment. Sepertiya kedepan trend mobile payment akan semakin bagus mengingat perkembangan posel terutama smartphone terus berkembang pesat.

Lalu bagaimana di Indonesia, sudah siapkah miengembangkan mobile payment ini? Mobile payment adalah salah satu bagian dari mobile commerce, namun untuk mobile payment yang tertanam dalam applikasi, dalam pantauan seputar ecommerce belum ada yang membuatnya.

Akan tetapi kepedulian akan mobile commerce sudah sangat bagus.. Buktinya masyarakat teknologi dan binis ecommerce di indonesia juga sepertinya sudah melihat trend itu. Misalnya saja Komunitas #StartupLokal, pada acara #StartupLokal ke-11 membahas tema Mobile Payment. Mengingat potensialnya pasar untuk transaksi jual-beli dan pembayaran melalui ponsel diyakini masih sangat besar.


Beberapa oprator lokal juga sebenarnya sudah mempunyai layanan mobile commerce berupa Mobile Cash (MC). Sebut saja, Telkomsel degan T-cash. Menurut Indra Lestiadi, Division Head Mobile Commerce PT Indosat, para operator telekomunikasi sejak beberapa waktu lalu terus melengkapi layanan m-commerce miliknya.

"Hal itu salah satunya karena kemajuan teknologi dan kemudahan yang ditawarkan dari segi pembayaran dan fasilitas. Saya yakin pada 2014 akan ada perubahan yang luar biasa untuk m-commerce," tukas Indra, seperti di tulis detiknet Kamis (25/11/2010).

Namun operator tersebut langkahnya masih terbaatas terhadang regulasi. "Operator kini menyiapkan diri untuk pembukaan regulasi yang lebih bebas. Pemerintah sekarang kan masih menggunakan regulasi cara pembayaran yang traditional bagi operator. Belum melakukan perubahan dari sisi digital. Ini yang saya liat perlu ada perubahan dari sisi regulasi pemerintah," tukasnya.

Jack Dorsey co-founder Twitter memperkenalkan perusahaan startup barunya Squere. Squere berdiri tahun 2006 ini adalah layanan mobile payment bagi pernujual dan individu untuk bertransaksi secara aman menggunakan kartu kredit dan kartu lainnya di smartphonenya.

Apa alasan co-faunder twitter yang baru saja kembali terlibat di kegiatan oprational twitter ini? seperti di jelkaskan Dorsey di dalam Video TechCrunch video. " Ide dasar dibalik Square adalah bahwa setiap orang memiliki perangkat ini plastik kecil di saku mereka hari ini, yang merupakan kartu pembayaran, kartu kredit, kartu debit atau kartu pra-bayar, dan mereka menggunakannya di mana-mana, mereka menggunakan mereka untuk membeli apa-apa"

Kami menemukan bahwa itu sangat menarik dan kami ingin menghidupkan sisinya dari itu - kami ingin orang memungkinkan dengan sangat mudah dan cepat, dalam waktu 10 detik, dapat menerima perangkat ini plastik itu sebagai pembayaran.” lanjut Jack Dorsey

Lantas bagaimana cara kerjanya?, berdasarkan perjelasanya di website Square Penerima pembayaran dapat mulai menerima pembayaran melalui Square di bawah 60 detik, dengan tidak ada perjanjian pembayaran perbulannya atau tidak ada bayaran. Dan Perusahaan akan menyumbangkan satu sen dari setiap transaksi untuk badan amal yang pilihan pembayar oleh itu.

Menarik, karena sebelumnya google bersap juga telah membuat layanan mobile payment di andriod. Kita lihat saja nanti bagaimana persaingannya. Dan apakah di Indonesia ini bisa di terapkan atau akan ada muncul startup baru yang berfokus di mobilepayment.

Jika sebelumnya, seputar ecommerce menulis tentang google yang merilis One pass, micropayment untuk newspaper. Kali ini google dikabarkan bersiap membuat mobile payment yang berjalan di andriod-nya.

Kabar yang terdengar santer tersebut, jika google bekerjasama dengan MasterCard dan Citigroup mengmbangkan sistem pembayaran mobile untuk memungkinkan pemilik ponsel Android menggunakan ponsel mereka sebagai semacam dompet elektronik.

Wall Street Journal, Senin (28/3/2011), Google tengah menguji sistem pembayaran online dengan berpartner bersama MasterCard dan Citigroup. "Pada dasarnya, Anda cukup menempelkan ponsel ini pada semua hal untuk menggantikan kartu kredit. Di industri, kami menyebutnya 'tap and pay'," ujar Schmidt, kala itu.

Masalah utama ecommerce di Indonesia adalah payment. Dan itu yang masih menjadi PeEr para penggiat ecommerce di indonesia untuk mengciptakan model payment lokal yang pas dan dapat digunakan di indoneia.

Memang, di Indonesia sudah ada beberapa online payment lokal, namun itu belum memadai selain karena belum bagitu banyak digunakan dan kutur masayarakatnya belum begitu menerima, masalah keamana juga masih menjadi kendala.

Namun alangkah baiknya kita melihat hasil Riset Telematika Sharing Vision akan jadi benar bahwa Mobile money dan mobile remittance (pengiriman uang) akan menjadi model bisnis baru yang potensial dikembangkan operator seluler pada 2011 sampai lima tahun ke depan. Secara nasional, potensi pasar bisnis ini diprediksi bisa mencapai Rp 1,2 triliun."

Nah apa itu mobile money atau mobile cash? Teknojurnal menjelaskan sesuai dengan rangkuman #StartupLokal ke-11 dengan tema Mobile Payment bahwa Mobile Cash (MC) adalah uang yang ada di handphone kita yang dapat digunakan untuk transaksi apa saja, kredit MC dapat diuangkan ke FinChannel seperti SMS banking dan ATM.

Kredit MC juga dapat di “top up” melalui Internet Banking. MC mengkonversikan uang kita ke uang digital, membeli apa saja dari konten hingga barang tidak akan lebih mudah da seperti ini. Basis pengguna MC telah mencapai 12 ribu pengguna sejak Desember 2010

Menggunakan MC ini jauh lebih efisien dan memudahkan. Dan tentu saja kan potensial jika di kembangkan di Indoneis. Apaalgi penguna ponsel di Indonesia sudah banyak dan pertumbuhan pengguna telephon seluluer akan terus meningkat. Tentu saja keberadaa Smartphone dimana keutamamaan internet mobile yang akan mejadi magnet kuat dalam peningkatan pengguna ponsel dan mobile ponsel menjadi salah satu point yang patut di pertimbangkan.

jadi seperti bagaiman penggunaan mobile Cash di Indoneisia?, kita lihat saja nanti.


Perkembangan E-commerce Indonesia sangat pesat. Terlihat dari banyaknya bertumbuhan situs-situs yang berfokus ecommerce dan perhatian netizen indonesia terhadapat ecommerce juga mulai bagus.

Seperti dikatakan Peter Pezaris, pendiri dan CEO Multiply di econetwatch.com (17/03/11) mengatakan bahwa e-commerce di Indonesia sudah siap untuk lepas landas pada tahun 2011. Namun untuk benar-benar siap baru tahun 2013, mengingat harus mengedukasi pasar dan belum tersedianya online pasyment yang memadai serta kepercayaan masyarakat terhadap epayment.

Dituliskan econetwatch.com (17/03/11) Salah satu masalah penerapan ecommerce di indonesia adalah online payment. Di Indonesia sebenarnya sudah hadir online payment lokal, seperti kaypay. Namun, selain karena tingkat kepercayaan dan kebiasaan masyarakat, penjual atau pemilik situs ecommerce juga belum menggunakan online payment dan dari sisi si online payment nya juga yang belm bisa digunakan baik sistem keamannnya maupun maupun yang lainnya.

Selama ini, masyarat indonesia masih menggunakan cara transfer tradisional yaitu dengan tranfer bank. Atau bahkan cash on delivery (COD). Dengan cara seperti ini memang masih sangat 'ribett' baik dari sis seller maupun buyer.

Permasalahannya lainnya, selain online payment adalah bahwa masih banyak orang yang kurang mengerti menggunakan metode pembayaran. Hal ini terjadi karena online payment yang mudah di adopsi, pedagang yang ada saat ini tidak siap untuk mengadopsi sistem pembayaran tertentu.

Untuk itulah ecommerce Indonesia harus terus mengedukasi pasar. Sehingga dalah 1-2 tahun kedepan adalah masa mesa mengedukasi pasar dan Puncaknya dari Puncaknya bisnis ecommerce diperkirakan pada tahun 2013.

sumber gambar: mathewsinsurance.com

Kabar baik baik para pemilik surat kabar yang sedang berfikir melirik ranah digital newspapar tetapi bingung mau mencari online paymen yang tidak pas. baru-baru ini google mengeluarkan micro payment untuk newspapers.

Google merilis layanan tersebut dengan nama One pass. One pass ini akan membantu perusahaan Internet, khususnya surat kabar online untuk membujuk pembaca mereka untuk membayar dengan Micro payment ini.

Dalam diskusi dengan penerbit Google manajer Madhav Chinnappa, seperti dilasir econetwatch mengatakan Konten yang harus dibayar untuk beberapa waktu dan mempertimbangkan bagaimana untuk mendorong pengguna untuk konten. Perusahaan Media dapat menguji sistem baru dan mendapatkan pengalaman dengan itu.

Untuk menikmarti layanan ini tidak seperti layanan lain, pengguna cukup log in dengan Account Google mereka. Pelaksanaan teknis sepenuhnya di Google. Di sana, pengguna dapat mengelola langganan mereka dan proses pembayaran. Google One Pass ini masih bekerja pada PC, kedepan Google One Pass akan di terapkan untuk ponsel pintar ini direncanakan untuk masa depan.

Sayanya layanan ini masih akan butuh waktu untuk di tepakan di Indonesia ini.

Visa sedang mengimplemantasikan layanan barunya itu transfer untuk memungkinkan pelanggan mengirimkan dana secara real-time uke kartu lainnya dengan menggunakan jaringan VisaNet.

Beberapa bank di dunia telah menerapkan ini. Untuk pertama kalinya layanan ini yang diaktifkan oleh operator terbesar Rusia pembayaran kios, QIWI Group dan bank terbesar Ukraina, PrivatBank awal pekan ini.

Melihat perkembangannya, sepertinya Visa berencana menggunakannya untuk layanan secara international. Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan hanya cukup menggunakan nomor kartu Visa mereka untuk memulai pembayaran.

Dengan menggunakan VisaNet, akan lebih cepat karena menghilangkan tahap laporan yang tidak perlu yaitu mengisi formulir yang berbeda dan memberikan informasi routing seperti kode bank dan alamat cabang.

Ketika diproses melalui VisaNet, dana dikreditkan langsung ke kredit Visa memenuhi syarat, debit atau akun prabayar dalam hitungan menit, membebaskan penerima dari harus mengunjungi lokasi agen untuk mengumpulkan uang tunai.

Untuk memenuhi peraturan baru yang ditetapkan oleh Reserve Bank of India, PayPal menerapkan pembatasan lebih lanjut tentang layanan di negara ini. PayPal telah dipaksa untuk menunda pembayaran pribadi ke dan dari India setelah di tetapkannya aturan perizinan RBI.

Dalam posting untuk blog resmi PayPal, Dickson Seow Staff Komunikasi PayPal mengatakan RBI adalah menegakkan aturan-aturan baru yang mengatur pengelolan dan penyelesaian penerimaan ekspor terkait difasilitasi oleh gateway pembayaran online.

Itu berarti, mulai 1 Maret pedagang eBay di India tidak akan dapat menerima pembayaran dari luar negeri lebih dari $ 500 per transaksi. Selain itu, mereka tidak lagi dapat menggunakan setiap saldo di rekening PayPal mereka untuk membeli barang atau jasa. Sebaliknya semua pembayaran harus ditransfer ke rekening bank India terlebih dahulu.

Perkembangan E-Commerce Indonesia kian hari kian menjanjikan. Berdasarkan data dari lembaga riset International Data Corporation (IDC) seperti dikutif dari detiknet bahwa nilai perdagangan lewat Internet di Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai US$3,4 miliar atau sekitar Rp 30 triliun.

Diranah Online shop sebagai salah satu sub ecommerce terlihat banyak bermunculan marketplace, seperti Tokopedia, palsa.com, Juale.com, bahkan raksasa marketplace Jepang Rakuten pun ikut meramaikan. di toko online perorangan, di tulis detiknet bahwa Jumlah toko online yang terdaftar di indoshopguide.com (Directory toko online) hingga tahun lalu mencapai 139 unit yang terbagi dalam 12 kategori toko online sesuai dengan barang yang dijual.

Pertumbuhan Ecommerce indonesia tentu memicu online payment lokal Indonesia terus tumbuh. sebelumnya kita hanya mengenal paypal sebagai Online payment gatway di dunia maya. dan Paypal hampir digunakan di dunia termasuk indonesia. Kini Online payment gatway lokal Mulai tumbuh, diataranya kaspay-kaskus payment, indomog, Doku dan yang terakhir Ipaymu.

Kemunculan beberapa online payment gatwal lokal ini tentunya akan semakin mendukung perkembangan bisnis online di indonesia. Dengan online payment gatwal akan lebih memudahkan transaksi didunia maya. kelak pemilik toko online tak perlu repot untuk mengecek transfer di ATM atau Internet Bangkin dan pembeli online tak perlu repot-repot untuk mengirimkan bukti trasfer, Pemilik Toko hanya cukup mengintegrasikan layanannya dengan payment gateway dan transaksi pun akan lebih mudah.

Onlien Payment gatway Lokal

Kaspay
Bagi agan-agan kaskuser tentu sudah tentu familiar dengan kata yang satu ini. Ya, kaspay-Kaskus payment merupakan online payment gatway besutan kaskus.us. Bertepatan dengan Ultahnya yang ke-10 kaskus meluncurkan kaypay.

Doku
Sebelumnya bernama NSIApay, kemudian berubah menjadi Doku. katanya, Biar lebih indonesia.Layanan yang diberikan adalah mempermudah para pemilik website untuk menerima pembayaran dengan kartu kredit dan bisa dalam mata uang rupiah, jadi untuk para penjual online atau mereka yang memiliki proses pembayaran di situs mereka, NSIApay/Doku akan menjadi payment gateway dari pembayaran yang menggunakan kartu kredit.

Ipaymu
iPayMu memberikan layanan untuk pembayaran secara online, mulai dari pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit sampai dengan kegunaannya untuk menarik atau mengirimkan uang. iPayMu akan memberikan layanan bagi para pebisnis online yang memiliki toko dan membutuhkan sistem pembayaran untuk proses jual-beli di toko online mereka. reviw lebih lanjut di daily social

Followers