Setelah beberapa bulan seputar ecommerce berjalan, akhirnya memutuskan untuk pindah rumah. Ya, pidah dari blogspot ke hosting dan domain sendiri di seputarecommerce.com. Butuh pertimbangan yang cukup lama untuk saya memutuskan untuk pidah rumah. Namun setelah 'ritual' analisi akhirnya saya.
Sebenarnya pidah rumah sudah di dilakukan sejak 5 Mei lalu. 'launching'nya di tandai dengan postingan Hello world!, Seputar Ecommerce Lahir. Apa harapan saya dengan kepindahan ini?. silahkan baca di postingannya.
Lalu bagaimana dengan blog ini?. sepertinya saya juga akan masih update. namun agak sedikit berkurang internsitasnya :)
Pemkembangan Smarphone dunia memang lumayan besar. Setelah keberadaan Andriod, pekembangan Smarphone juga kian meningkat. Peningkatan jumlah Smarphone dunia ini juga di ikuti dengan bertumbuhnya marketplace applikasi,tentunya menjadi lahan tersendri bagi para develover untuk membuat aplikasi.
Ya, lahan bisnis untuk membuat dan menjual aplikasinya. Sebenarnya memasukn ke marketplace app ini hanya salah satu untuk menghasilkan uang. Terdapat berbagai cara meraih untung dari bisnis aplikasi. Seperti disampaikan Andry Huzein, Direktur IT & Commerce Detikcom dalam acara ngopy yang di adakan setiapbulannya oleh detikinet.
Setidaknya terdapat 5 jenis model bisnis bagi pengembang aplikasi. Pertama adalah direct sell, yaitu sebuah aplikasi yang sangat bagus sengaja dikembangkan sebagai portofolio ke klien.
Kedua adalah aplikasi yang dibuat sekali lalu dijual kepada klien.
Kemudian model bisnis ketiga, aplikasi sengaja dikembangkan bukan untuk dijual, akan tetapi tujuannya sebagai sarana promosi ke konsumen.
Keempat adalah model ads (advertising-red), aplikasi dibuat dengan iklan di dalamnya untuk mendapat uang
dan kelima adalah aplikasi yang tujuannya bukan untuk dipasarkan, akan tetapi keuntungan didapat dari channel lain. Misalnya aplikasi detikcom dikembangkan untuk memperluas basis pembacanya.
sumber: detikinet
Tips aman Berbelanaja Online Menggunakan Kartu KreditKini banyak orang di indonesia mulai terbiasa berbelanja online. Beberapa data menyebutkan bahwa jumlah berlanja online di Indonesia kian meningkat, apalagi kini sudah mulai banyak bermunculan emarketplace-emarketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli di indonesia.
Namun tak bisa dipungkiri masalah trust masih menjadi kendala utama bagi berjalannya belanja online. Saya beberapa kali mendengar beberapa kawan yang kurang percaya berbelanja online. Apalagi saya juga sering menemukan baik dari media online atau yang lainnya tentang keluhan penipuan pembelian yang dilakukan secara online.
Ada pembeli yang tertipu, sudah metranfer sejumlah uang akan tetapi barang sudah sampai. Atau juga di sebuah online marketplace, ada seller yang sudah terferifikasi namun tetap saja buyer tertipu. Atau yang beberapa waktu lalu sempat geger yaitu adanya penipuan menggunakan akun facebook tokoh-tok yang sudah terkenal. Modulnya ya dengan menghack akun toko tersebut, kemudian manawarkan barang secara urah.
dan yang lebih mengenaskan adalah tentang pembobolan kartu kredit karean 'keteladoran' saat bertransaksi atau berbelanja online. Penulis pernah mendapati keluhan tentang pembobolan kartu kredit bank mutinasional, dia mengeluhkan tagihannya membengkak karean ada beberapa transaksi dari luar negeri padahal dia tidak pernah melakukannya. selidik punya selidik, ternyata dia pernah melakukan transaksi online dan kemudian datanya tercuri.
Nah..berikut beberapa tips aman bertransaksi online menggunakan kartu kredit. Seperti di tulis Effendy Ibrahim adalah Internet Safety Advocate & Director, Asia, Consumer Business, Symantec di kolom detikinet pada kamis 21/04.11.
- Hati-hati dengan tempat Anda belanja. Banyak yang melakukan pencegahan dengan belanja hanya di situs yang sudah populer, menyangka bahwa hal itu aman. Meski demikian, penjahat cyber mengeksploitasi rasa aman itu dan menargetkan situs belanja dengan trafik tinggi. Pastikan Anda selalu menggunakan tool yang bisa memindai malware dan memberi peringatan jika situs yang Anda kunjungi berisiko. Contohnya, Norton Safe Web, sebuah tool online gratis yang memberi peringatan soal situs tak aman langsung di hasil pencarian dan otomatis memblokirnya.
- Cek dan review penjual. Toko online juga seharusnya punya alamat fisik, layanan customer service lewat telepon dan kebijakan pengembalian jika barang yang diterima rusak.
- Jangan jadi korban phishing dan pharming. Para penipu menggunakan phishing agar Anda menyerahkan informasi pribadi dengan mengirimkan email yang meminta Anda untuk memasukkan data kartu kredit atau password. Bisnis yang sungguhan tak akan meminta informasi tersebut lewat email. Pharming, lebih sulit dideteksi. Ini adalah situs palsu yang menipu pengguna untuk menyerahan informasinya. Solusi keamanan yang baik adalah perlindungan terbaik untuk melawan phishing dan pharming. Selain itu, selalu ketikkan alamat toko di browser dan bukan hanya mengklik dari tautan di email.
- Belanja di situs dengan keamanan SSL. Beberapa situs memiliki label 'certified secure' dan menampilkan sertifikatnya di halaman depan atau saat checkpit. Situs ini menggunakan pengamanan Secure Sockets Layer (SSL). Jika tempat Anda belanja tak menggunakan SSL, ya sebaiknya Anda belanja di tempat lain.
- Kredit, bukan debet. Salah satu ketakutan yang banyak dibicarakan adalah penipuan kartu kredit. Ironisnya, membayar dengan kartu kredit adalah cara paling aman untuk belanja di web. Teknologi enkripsi dan validasi yang digunakan telah banyak mengamankan transaksi online. Ditambah lagi, kartu kredit biasanya punya perlindungan terhadap penipuan, pengiriman yang hilang, barang rusak dan masalah lain. Di sisi lain, kartu debit adalah sambungan langsung ke rekening Anda.
Seperti sudah berkali-kali saya tuliskan bahwa permasalah klasik dari keberlanjutan ecommerce adalah masalah payment. Ada
beberapa alternatif payment sebenarnya, yaitu mobile payment atau online payment yang bisa di terapkan. Di Negara berkembang seperti di Indonesia, mobile payment bisa menjadi pilihan namun tak menutup kemungkinan untuk mengembangkan online payment lokal.
Sebelumnya seputar ecommerce menulis tentang Doku yang sudah lauching dan beberapa list online payment lokal di Indoneisa. Kali ini, seputar ecommerce ingin menulis tentangg faspay, online payment yang ternyata sudah lama berdiri.
FasaPay adalah oline paymen dengan Layanan transfer dan pembayaran antar akun Fasapay adalah online dan realtime 24/7. Untuk pengisian dananya hanya menggunakan transfer via Bank lokal seperti BCA, BANK Mandiri dan Bank-bak yang terafiliasi dengan ATM bersama.
sebagai layanan payment, tentunya Fasapay memiliki layanan Deposi dengan Minimal deposit Rp.10.000,-. juga meiliki layanan tranfer dana atau pengiriman dana, hanya saja pengirimannya masih terbatas ke sesama anggota fasapay saja. Serta ada pula layanan Penarikan dana dari saldo, tetapi penarikan saldo tidak dapat dilakukan apabila saldo anda kosong atau tidak mencukupi. Dan yang menarik dari layanan fasapay adalah adanya SCI (shopping Cart Interface).
SCi ini digunakan untuk menghubungkan antara Merchant Online dengan Pembeli melalui Internet/Web. Seperti kita ketahui bahwa kebayakan transaksi perdagangan via toko online masih menggunakan cara transfer Bank secara Kovensional yang cukup merepotkan.
Dengan SCI ini merchant akan menerima pemberitahuan secara langsung pada saat itu juga setelah transfer dilakukan oleh pembeli, sehingga merchant bisa langsung mengirim barangnya.
Layanan SCI ini tentu saja menarik, mengingat sebagian besar toko online di Indonesia masih menggunakan cara tranfer bank Konvesnsional. Apalagi bisa di integrasikan ke merbagai emarketplace lokal semacam juale atau yang lainnya. Namun sayangnya penggunaan SCI ini lagi-lagi hanya bisa di lakukan jika marchat dan Buyer sama-sama mempunyai akun di Fasapay.
Anda punya produk untuk di jual online, sedang berfikir membuat toko online sendiri?. Akan tetapi tak begitu memiliki keahlian dan modal yang begitu besar untuk mebangun toko online sendiri. dan membuat anda menyimpan sementara rencana untuk berjualan Produk anda.
Lalu bagaimana cara punya toko online gratis tanpa berbayar? Gampang, toh sekarang sudah banyaj layanan emarketplace yang yang tidak berbayar dan pengunaanya juga sangat mudah. seperti misalnya tokopedia, krazymarket, julae.com, tokobagus.com dll . Kesumuanya gampang dan gratis, hanya julae.com saja yang berbayar yang tak begitu mahal menurut saya karena kita mendapat subdomain toko online kita dan bisa memanage toko online sendiri.
Atau jika anda terbiasa ngeblog?, bisa buka di blog sendiri, apalagi bagi yang terbiasa menggunakan multiply. Kini multiply kini mulai melirik ke emarketplace dan di Indonesia kantornya sudah sudah mulai beroperasi. Dan Kita bisa menggunakan layanan itu.
Masih ribet, mungkin bisa membuka lapak untuk berjualan di Forum seperti Forum Jual Belis kaskus atau bisa juga di detikforum. Gratis, anda hanya tingga mendaptar di Forum kemudian anda tinggal membuka lapak (thread) jualan kita. Tak ada peraturan harus berapa postingan atau menunggu beberapa hari terlebih dahulu untuk berjualan seperti yang dilakukan di Forum luar negeri.
Masih ribet juga? bisa mengunakan facebook sebagai tempat jualan. Pasti setiap orang punya akun facebook, caranya ya sangat mudah. Kita tinggal upload photo, kemudian kasih keterangan spesifikasi produk dan cara belinya, lalu tinggal tag beberapa temen anda, gampang kan!/ kalau mau jangkauannya lebih luas?, ya bisa menggunakan fans page.
Ya.walaupun facebook bukan merupakan emarketplace, namun potensi facebook untuk berjualan sangat bagus. dan sudah banyak buktinya facebook di gunakan untuk berjualan.
Gimana, masih mau menunggu mempunyai modal dan keahlian terlebih dahulu untuk membuka toko online atau berjualan online?


Perkembangan daily deals di Indonesia boleh dibilang lumayan pesat. Selain ada banyak pemain lokal, sekitar kurang lebih 25 layanan, juga ada pemain regional seperti dari ada pemain Singpuran yang sudah sukses di negaranya juga mulai melirik Indonesia, ada juga layanan daily deals lokal yang kemudian di akuis oleh Groupon, yaitu disdus.
Banyaknya layanan daily deals ini, karena layanan ini sangat jelas model binisnya dan bagaimana mendapatkan profitnya. Dan tentunya juga membuka keran promosi untuk para marchant di layanan daily deals tersebut, lalu pertanyaannya seberapa efektifkah marchant berpromosi disana?
Seperti dikatakan Adrian Suherman, CEO DealKeren seperti dilansir dari suaramedeka.com “Para pebisnis selalu mencari cara untuk mempromosikan diri dan meraih pelanggan dengan efektif sebisa mungkin tanpa biaya besar, sedangkan masyarakat sebagai konsumen selalu mencari cara untuk berhemat tanpa mengorbankan kegemaran belanja dan bersenang-senang."
Dan layanan daili deals bisa memberikan solusi bagi kebutuhan pebisnis dan konsumen dengan skema yang sama-sama menguntungkan tanpa membuat mereka mendapatkan barang dengan murah.
Bagi Pebisnis atau marchat yang bergabung biasanya hanya membayar komisi sesuai jumlah voucher yang terjual. Jadi tidak ada risiko, sehingga sangat cocok untuk merchant lokal dan pemula. Sementara bagi mkonsumen, layanan deal yang ditawarkan jauh lebih murah dan mendaptkan barang atau jasa yang jauh lebih bagus.
Bagi marchant yang suda mempunyai pelanggan tetap, layanan seperti tentu sangat menguntungkan. Juga efektif untuk menjaring kosumen baru dari layanan diskon yang deiberikan. bagaimana, anda punya usaha dan tertarik untuk bekerjasama dengan berbagailayanan daily deals atau anda konsumen yang mencari barang-barang atau jasa yang didiskon, ya layanan daily deals solusinya.
sumber gambar: ctinsiderdeals.com
Anda punya toko online atau website yang sudah terintegrasi dengan facebook, seperti Ficebook like atau share. Atau Anda malah seorang pejualan online yang berjualan hanya di facebook?.
Suka mendapatkan tag di dari barang yang di jual
seller di facebook, apa realsi anda?. Kesal atau tak mengapa selama produknya memang bukan barang yang dilarang. Kalau kesal ya wajar, toh facebook adalah jejaring social bukan Emarketplace dimana orang bisa menjual dan membeli.
Fenomena jualan di facebook ini saya kira wajar. Di Internet, sekarang ini banyak orang yang lebih suka berlama-lama berada di jejaring social. Untuk sekedar sharing dan diskusi tentang banyak hal. Seperti layaknya berjualan di dunia nyata, di dunia mayapun demikian, dimana ada orang banyak berkumpul ya disitulah ceruk pasar terbuka. Dan itulah yang terjadi di facebook, orang berbodong-bondong jualan di facebook.
Nah berikut beberapa data tentang facebook commerce
500+ juta pengguna Aktif.
250+ juta orang menggunakan facebook untuk websitenya
200+ juta pengguna facebook mengakses Facebook menggunakan mobile phone
700+ milyar menit perbulan dihabikan di Facebook
50% login setiap hari
Rata-rata user mempunyai 130 friends
Rata-rat user terkoneksi kedalam 80 community pages, groups and events
Rata-rata user membuat 90 content setiap bulan
30 milyar content di sharing setiap bulannya
20 milyar applications terinstal setiap hari
10,000 new websites di integrasikan dengan facebook setiap hari
2.5 juta websites di Integrasikan dengan facebook
Data tersebut akan menjadi perhatian dan alasan tersendiri kenapa kita para penggiat ecommerce harus mulai meikirkan tentang facebook commerce.
sumber gambar: l2thinktank.com
Kabar baik bagi ecommerce di Indonesia, hari ini rabu 13 April 2011 Doku resmi di launching. Sebenarnya Grand launchingnya baru akan di
rencakan bulan Mei. Seperti di jelaskan oleh founder Doku, Ronald Ishak di milis startuplokal" Doku finally launched our new website today!.
Seperti namanya, doku yang berarti uang. Doku adalah layanan online payment tentunya berbasis lokal. Doku "This is online payment, the real deal, in Indonesia" Lanjut ronal di milis #tartuplokal. Selain rupiah, Doku sudan mendukung beberapa mata uang seperti USD, SGD, AUD dan EUR. Juga sudah mendukung Wallet, Recuring billing dll
Sudah ada beberapa marchat yang menggunakan doku ini sebagai online paymentnya sepperti Rakuten yang merupakan emarketplace, Garuda Indonesia, Bayu Buana, Sitra Wimax, Indosat-m2, Citibank's belibarang.com, Java festival production, Indomog, musik-legal, and harvest cakes.
ketika saya mengunjungi websitenya, sudah ada beberapa bank yang menjadi pathnernya dan itu termasuk bank-bank besar. Untuk bank Lokal BCA, BNI, Mandiri dan bank Multi nasional seperti Citibank, Visa dan mastercard. dan yang menarik, mereka juga berpatner dengan paypal yang merupakan online payment yang sudah banyak digunakan di dunia.
So, kita tunggu saja bagaimana kiprah doku ini mewarnai ecommerce Indonesia dan bersinergi dengan beberapa layanan online payment lokal. Yang pasti ecommerce di Indonesia sangat membutuhkan model payment dan semoga doku bisa menjadi pilihan bagi para penggiat ecommerce di indonesia.

Social Commerce Lockerz telah mendapatkan $ 30 juta pendanaan baru dari SEC baru. Seperti telah di konfirmasi oleh techcrunch tentang kenaikan tersebut dengan seorang juru bicara perusahaan. Lockerz sebelumnya mengumpulkan $ 30 juta dari KPCB, Liberty Media dan CEO Liberty Greg Maffei.
Lockerz Didirikan oleh Kathy Savitt, seorang mantan karyawan Amazon dan American Eagle Outfitters exec. Lockerz adalah situs Social Commerce dengan gagasan bahwa influencer dalam sebuah jaringan sosial dapat menjadi pendukung brand dan konten serta mempengaruhi perilaku teman-teman mereka.
Lockerz yang memiliki 18 juta anggota di seluruh dunia ini ditujukan untuk pria dan wanita usia 13 sampai 30, berusaha untuk membangun sebuah komunitas trendsetter dan tastemakers yang gemar berbelanja, bermain dan terhubung di Web. Dengan menggunakan Lockerz, pengguna dapat memperoleh poin dan diskon merek dengan berbagi konten di situs.
Permasalahan clasik bagi terlaksannya ecommerce dinagara-negra berkembang adalah alat pembayaran. dan alat payment ini adalah masalah yang penting untuk segera di pecahkan.
Begitu juga di Indonesia. Alat pembayaran yang pas untuk keberlangsungan ecommerce sangat penting. Selama ini, cara pembacayaran untuk transaksi di Indonesia masih di lakukan secara konvesional, masih menggunakan cara tranfer bang biasa. tentu itu tidak efisien mengingat prosesnya yang termasuk lama.
Bayangkan saja ketika anda akan bertransaksi, anda harus menuju ATM atau Bank terdekat untu transfer pembayaran. Setelah pembayaran, dihharuskan konfirmasi pembayaran ke seller. Malah ada beberapa seller yang harus melampirkan bukti transfer/pembayaran via email.Ribet bukan?
Sebenarnya di Indonesia sudah ada beberapa online payment lokal seperti kaspay, doku dan Ipaymu. Namun perkembangannya juga masih jadi kenadala. Selain karena keamanannya dan kefisienanya (tidak ribet)dari layanan tersebut juga karena kesadaran masyarkatnya juga belum begitu bagus. Agak sudah memang mengeduksi masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut.
Masalah masih sedikitnya marchat-marchat yang menyediakan tools dan mempunyai akun online payment lokal juga masih jadi kendala tersendiri. Misalkan saja sedikit sekali pemilik toko online yang akan menerima pembayaran dari online payment. sehingga banyak user akhirnya merasakan menggunakan online payment lebih ribet.
Masalah regulasinya juga yang masih bermasalah. Terutama berkaitan dengan masalah clearing. Di Amerika ada yang namanya ACH (Automated Clearing House). Fungsinya semua payment online atau pembayaran online antar bank bisa diproses disini. Jadi proses debit/kredit antar bank lebih cepat prosesnya.
akan tetapi kalau clearing di Indonesia diminta sebelum pukul 21.00 dan setelah itu uang bakal cair paling cepet biasa besoknya. dan kalau tidak salah di Indo itu clearing systemnya masih manual, belum online processing secara komputerisasi and otomatisasi.
Ada alternatif lain, yaitu menggunakan mobile payment. Apalagi jika melihat potesi perkembangan ponsel di Indonesia yang cukup pesat dan mudah serta murahnya smartphone yang terkoneksi dengan internet di Indonesia.
Dengan melihat perkembangan ponsel yang cukup bagus tersebut, Membuat potensi mobile payment ini jauh lebih berpotensi. sebuah riset Gartner, menyebutkan bahwa Negara-negara yang memerlukan alat pembayaran lewat ponsel alias mobile payment justru datang dari negara berkembang seperti Indonesia. Data riset Gartner menyebutkan, wilayah Asia Pasifik menjadi pengguna terbesar layanan mobile payment. Sejak 2009 lalu, Asia Pasifik sudha menjadi pengguna mobile banking terbesar dengan angka 70,2 juta pengguna mobile payment.
Beberapa oprator sudah membuat layanan mobile payment ini. Seperti Telkomsel yang membuat layanan Tcash. Namun masalah clasik seperti masalah regulasi masih menjadi masalah utamanya. Selain itu juga masih adanya ego-ego para bank dan operator itu sendiri untuk bersinergi untuk melaksanakan layanan mobile payment ini.
Entah layanan apapun yang nanti nya akan berkembang, yang pasti Indonesia sangat membutuhkan layanan payment untuk mendukung keberlangsungan ecommerce indonesia yang saat ini sedang berkembanga saat ini :)
Layana daily deals di Indonesia memang sedang riuh dan sesak. Buktinya sudah ada sekitar 20 lebih layanan daily deals di Indonesia ini. Selain itu juga sudah ada pemain-pemain regional dan Dunia yang sudah mulai melirik pasar di Indonesia.
Pemain besar daily deals di tuliskan sebelumnya oleh seputar ecommerce tentang adanya akuisi disdus oleh groupon. Seperti di katahui Groupon adalah layanan daily deals terbedar di dunia yang tersebar lebih dari 47o kota di dunia. Bahkan dikabarkan akan segera IPO, dan IPO pertamanya di isukan mengalahkan IPO pertama google.
Selanjutnya adalah Outlet. Outlet merupakan situs daily deals yang berada di Singapura dan sudah sukses disana. Outlet kemudian akan membuat layanan serupa di indonesia dengan nama outlet.co.id. Kabarnya mereka sudah bekerjasama dengan kaspay sebagai alat pembayarannya.
Kabar mengejutkan datang dari disdus yang di akuisi oleh Groupon. Disdus adalah layanan daily deals di Indonesia dan Groupon merupakan pemain daily deals di Indonesia.
Bagi Grouphon, akuisi ini semakin mengukuhkan grouphon di Asia Tennggara, khususnya di Indonesia. Bagi Disdus tentu ini akan sangat membantunya untuk memimpin pasar daily deals di pasar di Indonesia mengingat pemain daily deals di Indonesia sudah riuh.
Apa asalag Groupon akhirnya mengakuisi disdus, padahal ada begitu banyak layanan daily deals di Indonesia. Dikatakan Rob Solomon, Presiden Direktur dan COO Groupon seperti di tulis dailysocial "Hanya dalam beberapa bulan sejak diluncurkan, Disdus telah menjadi pemimpin pasar dan contoh pembelian kolektif kelas satu,” .
"Groupon Indonesia akan memanfaatkan kekuatan jaringan Groupon untuk mempertajam cara pemasaran para pebisnis lokal kepada pelanggan di seluruh Asia Tenggara.” lanjut Rob Solomon.
Ecommerce di Indonesia memang mulai leading, namun masalah yang paling utama di Indonesia adalah payment. sebenarnya sudah ada online payment lokal yang sudah mulai bergeliat, namun belum bisa optimal di gunakan.
Lalu bagaimana dengan mobile payment?. Nah layanan ini juga sudah mulai dikembangkan di Indonesia. Namun penyelenggaraannya masih terhalang oleh regulasi yang belum jelas dan ego oprator telekomunikasi itu sendiri dalam menggarap pasar mobile payment di Indonesia.
Padahal jika melihat perkembangannya di Indonesia, mobile payment ini tentu sangat potesial. Mengingat indonesia yang masih negara berkembangan ini termasuk negara yang perkembangan poselnya lumayan bagus.
Menurut riset Gartner, Negara-negara yang memerlukan alat pembayaran lewat ponsel alias mobile payment justru datang dari negara berkembang seperti Indonesia. Data riset Gartner menyebutkan, wilayah Asia Pasifik menjadi pengguna terbesar layanan mobile payment. Sejak 2009 lalu, Asia Pasifik sudha menjadi pengguna mobile banking terbesar dengan angka 70,2 juta pengguna mobile payment.
"Sebab, di negar berkembang, saat ini masih banyak konsumen yang tidak dapat menjangkau layanan perbankan. Ini dikarenakan, institusi perbankan dihadapkan pada kendala besar dalam membuka kantor cabang di wilayah-wilayah terpencil," kata Direktu Riset Gartner Inc, Sandy Shen seperti di tulis detikinet
Di tahun 2014, menurut Global Mobile Payment Forecast, akan terdapat 622 juta pengguna mobile paymet di Asia Pasifik dengan jumlah transaksi lebih dari 62 miliar.
Dari segi transaksi, mobile payment di Asia Pasifik akan berkembang dan mencapai US$ 316 miliar dengan rata-rata pertumbuhan per tahun (Compund Annual Growth Rate/CAGR) 94,1%.
Sebelumnya seputar ecommerce indonesia menulis tentang penerapan mobile payment yang pas di Indonesia. Sangat wajar, mengingat pengunaan ponsel yang begitu besar di Indonesia dan di prediksi akan terus bertambah.
Menurut data Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), seperti dikutif dari detikinet saat ini jumlah telepon seluler di Indonesia sudah mencapai kurang lebih 200 juta SIM card. Kemudian jika dikurangi dengan nomor hangus atau churn rate industri sekitar 25% maka ada sekitar 159 juta SIM card yang aktif.
Namun, selain kendala masalah regulasi seperti di jelaskan sebelumnya. Masalah lainnya juga adalah ego para penyelenggara telekomunikasi di Indonesia. Sendainya para operator telekomunikasi mau bersinergi, maka perkembangan mobile payment di Indonesia akan lebih cepat.
Seperti katakan Ketua Umum Mastel Setyanto P Santosa dalam acara Seminar Indonesia Mobile Payment, Financial and Digital Inclusion, Challenges and Opportunities, di Mercantile Athletic Club, WTC Sudirman, Jakarta, Rabu (6/4/2011) "Haruslah kita maklumi, di Indonesia karakter para pelaku industri seluler dan pelaku industri secara umum masih sulit diajak bersinergi di antara sesamanya. Kebanyakan masih cenderung ekslusif menjadi penyelenggara sendiri,"
Facebook memang fenomenal. Perkembangan yang cukkup signifikan dengan jumlah user mencapai 500 milyar pengguna membawa facebook sebagai situs jejaring social terbesar. Selain itu, facebook juga telah banyak membawa banyak perubahan diranah internet ke arah lebih social. Dan membuatnya sebagai brand di internet yang paling kuat di tahun ini.
Pendapatan facebook yang memang selama ini masih jadi andalah tentu adalah facebook andsensnya. Belakangan memang ada rencana-rencana untuk mengarah ke ranah daily deals dll. Namun sebenarnya berapa jumlah uang mereka hasil kan dan berapa kira-kira pendapatan facebook dalam beberapa tahun kedepan?
seperti ditulis econetwatch.com, Sebuah perusahaan di sekuritas, Wedbush Efek mengungkapkan bahwa Facebook besutan Mark Zuckerberg akan menghasilkan $ 11 miliar dan adalah senilai $234 billion pada tahun 2015.
Data ini diterbitkan oleh GigaOM, seperti yang dilaporkan oleh BusinessInsider dalam laporan di Second Internet. Analis sebelumnya, Kerner, juga membuat perkiraan pada bulan Februari 2010. Pada saat itu ia mengatakan bahwa Facebook akan bernilai $ 100 miliar di tahun 2015. dan Facebook akan memiliki pendapatan kemungkinan dari Facebook Kredit.
Sering mengirim dan dikirim uang melalui Wetern Union? bagi yang sering terntu tau bagitu mudah berkirim uang melalui wetern Union yang hapir terdapat di 45 negara dan di Indonesia sendiri sudah hampir berada di seluruh plosok negeri karena bekerjasama dengan PT Pos Indonesia.
Kli ini Western Union mengumumkan bahwa sekarang konsumen bisa melakukan transfer langsung ke mobile "wellet" Safaricom M-PESA. Bekerja sama dengan fasaricom
Seperti dikutif dari ecommerce-journal, David Yates Eksekutif Wakil Presiden dan Presiden Pengembangan Bisnis dan Inovasi, Western Union mengatakan "Kami sangat senang untuk memperluas layanan kami dengan Safaricom, dan kami berharap untuk menambahkan fungsionalitas tambahan bagi pengguna M-PESA dalam waktu dekat,"
Konsumen bisa pergi ke salah satu lokasi Agen Western Union yang tersebar dari 80.000 di 45 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Italia dan Inggris, dan mengirimkan dana langsung ke mobile dari 13,5 juta M-PESA's pelanggan. Dana tersebut dikirim umumnya realtime.
Safaricom CEO Bob Collymore mengatakan "Pelanggan kami sangat bangga dengan layanan M-PESA revolusioner, dan kemitraan ini melihat kita mendorong batas-batas baru untuk terus menjaga Kenya di garis depan dunia mobile. Melalui kerjasama ini, pelanggan kami dan teman-teman mereka dan keluarga akan mendapatkan keuntungan dari terjangkau, cepat dan lebih nyaman pengiriman uang internasional, dan uang yang tersedia untuk digunakan langsung untuk setiap transaksi M-PESA, atau dapat ditarik sebagai uang tunai di semua dari 24.000 kami Safaricom agen"
Salesforce.com sebuah perusahaan yang berfokus pada service CRM(Customer relationship management ) telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Radian6 sebesar US$276 million dan dibayar cash$50 million lebar saham.
Radian6 adalah perusahaan sebuah platform untuk memantau media sosial, untuk membantu melacak ratusan klien dan jutaan percakapan di Facebook, Twitter, YouTube, blog dan komunitas online lainnya, menganalisa, dan mendapatkan hasil real-time. Radian6 saat ini memiliki 2.400 pelanggan, termasuk nama besar seperti Pepsi dan UPS.
Maka Salesforce bermaksud untuk mengintegrasikan percakapan dalam jaringan sosial yang dipantau ke Radian6 dalam jaringan sosial pribadi perusahaan, Chatter milik Salesforce.com .
"Media Sosial telah membuat setiap bisnis mengakui nilai memperhatikan suara pelanggan, Teknologi Radian6 adalah dibangun untuk norma baru dari keterlibatan pelanggan -. real-time, percakapan dua arah yang mencakup saluran sosial" kata CEO Radian6 Marcel Lebrun dilansir ecommercetimes 01/04/10
