Saatnya E-commerce Bicara

Sabtu, 15 Januari 2011

Judulnya seperti tekesan pernah terbelenggu oleh sesuatu sehingga hanya bisa diam dan baru akan menyeruakan kebebasan. Bukan seperti itu, maksud judul diatas jika beberapa tahun banyak situs yang mengadalkan iklan untuk menghidupisitusnya, mungkin sekarang saatnya lah Situs E-commerce berbicara dengan model binis yang berbeda tanpa mengandalkan iklan sebagai pendapatan utamanya.

Kenapa demikian?, iklan digital baru dapat dijadikan pemasukan utama jika pengunjung bulanannya sudah mencapai jutaan dan itu berkaitan dengan trafic, tingginya trafic sebuah website maka akan semakin banyak pengiklan yang berbondong-bondong untuk memasang iklan. Jika sebalik?, jangan harap pemasang iklan akan melirik website kita.

Menurut Nukman Lutfie, CEO Juale.com Karena perilaku pengguna Internet di Indonesia sudah semakin baik. Jika dulunya hanya membaca, kemudian interaksi via online, bahkan kemudian bermediasosial, ?diam-diam? para pengguna Internet Indonesia juga membangun pengalaman melakukan transaksi via online. Hasil riset dari AC Nielsen dua tahun lalu menunjukkan, hampir separo pengguna Internet di Indonesia pernah melakukan transaksi online. Kalau riset yang sama dilakukan tahun ini, kemungkinan besar angkanya akan naik.

Pembicaaran tentang iklan Online dan E-commerce sebenarnya masih menjadi masalah klasik dan selalu menjadi perbicangan yang kadang terkesan basi. Akan tetapi, jika melihat perkembangan internet di indonesia dan beberapa Startup indonesia dengan model bisnis mengandalkan ecommerce secara penuh.

Andi S. Boediman dari Plasa.com mengatakan kalau Business Model yang hidup dari iklan kurang sustain dari sisi pendapatan.

Seperti gantibaju.com yang bisa "hidup' tanpa mengandalkan iklan, bahkan katany di hari pertama lauching sudah mendapatkan pendapatan. Dan hal berbeda dengan model bisnis toko online, seperti Amazon.com, Alibaba.com, eBay.com (di luar), dan di dalam negeri Plasa.com, Tokopedia.com, Tokobagus.com, serta Juale.com, yang sumber pendapatan terbesarnya dari transaksi online, bukan iklan.

Maka kedepannya sebagian besar bisnis online akan mencari sumber pendapatan lain melalui e-commerce, bukan dari Iklan Online, benarkah?.

2 komentar

  1. Astawama Says:
  2. analisis yang bagus hehehe, tapi emang kalo dipikir hampir semua bisnis yang berkaitan dengan jasa, iklan itu bermain didalamnya, bsa memberi kontribusi yang sangat besar bagi earning si empunya bisnis...., facebook pun dari iklan, hehehe, kalo di Indonesia, sepertinya masih perlu dipikirkan metode yang pas dengan rasa Indonesia bagaimana mengelola website bertema e-commerce. soalnya disini pola nya unik dan tdk bisa disamakan dengan pola orang barat.
    gitu gan....hehehe

     
  3. iya..itulah yang menariknya, model binis seperti apa yang cocok dengan cultur masyarat indonesia. Secara di indonesia user internetnya susah sekali gratisan :)

     

Posting Komentar

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini